Cirebon Tingkatkan Pengelolaan Sampah dengan Konversi TPA ke Sistem Sanitary Landfill

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon sedang mempersiapkan perubahan sistem pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur dari sistem open dumping menjadi sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sebagai respons atas arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghapus praktik pembuangan sampah terbuka di 343 TPA nasional.
Kepala DLH Kota Cirebon Yuni Darti menjelaskan, transformasi ini akan dilakukan secara bertahap meski menghadapi kendala anggaran. “Kami berkomitmen mengubah sistem pengelolaan di TPA Kopi Luhur menuju sanitary landfill, meski dengan keterbatasan anggaran yang ada,” ujarnya, Jumat (14/6).
Rencana Pengembangan:
- Memanfaatkan pengalaman pengelolaan TPA eks Grenjeng sebagai acuan
- Mengoptimalkan lahan seluas 14,2 hektare (saat ini baru 6,2 hektare yang aktif digunakan)
- Melibatkan 206 pemulung dan 6 pengepul dalam sistem baru
- Menargetkan pengelolaan lebih baik untuk volume sampah harian 150-250 ton
Yuni menambahkan, dukungan pemerintah pusat dan provinsi menjadi kunci percepatan transformasi ini. “Kami sudah menyiapkan lahan, tinggal menunggu realisasi anggaran untuk memulai pembangunan,” jelasnya.
TPA Kopi Luhur saat ini menjadi satu-satunya lokasi pembuangan akhir di Kota Cirebon. Perubahan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan standar pengelolaan sampah sekaligus memberikan ruang kerja yang lebih baik bagi para pemulung yang telah berkontribusi dalam proses pemilahan sampah.
Sumber Berita: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




