Bantul Galakkan “Jugangan” – Solusi Sederhana Atasi Sampah Organik dengan Kearifan Lokal

Pemerintah Kabupaten Bantul menggencarkan pembuatan jugangan (lubang tanah) di tingkat desa sebagai solusi mandiri mengatasi persoalan sampah organik. Gerakan ini terinspirasi dari kearifan lokal nenek moyang dan telah terbukti efektif mengurangi timbulan sampah di Kelurahan Caturharjo.
5.000 Jugangan di Caturharjo, Contoh Sukses Pengelolaan Sampah
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, jika 75 kelurahan di Bantul menerapkan gerakan serupa dengan membuat 5.000 jugangan per desa, maka 375.000 lubang sampah organik akan tersedia.
“Ini bisa menyelesaikan 70% masalah sampah di Bantul,” ujarnya saat panen jugangan di Caturharjo, Selasa (9/7).
Sejak 2020, Caturharjo telah menggerakkan 5.000 jugangan warga untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Metode ini disebut “Olah Sampah Coro Simbah”, mengadaptasi cara tradisional mengembalikan sampah organik ke tanah.
Manfaat Ganda: Kurangi Sampah, Hasilkan Kompos Bernilai Ekonomi
Lurah Caturharjo Wasdiyanto menjelaskan, jugangan tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menghasilkan kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan sebagai:
✔ Media tanam untuk pertanian
✔ Sumber pendapatan melalui Badan Usaha Milik Kelurahan (BumKal)
“Jika dikelola dengan baik, kompos dari jugangan bisa menjadi peluang bisnis desa,” kata Wasdiyanto.
Dukung Kemandirian Masyarakat dengan Gotong Royong
Gerakan ini mengandalkan partisipasi warga dan kader sampah, menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berhasil tanpa teknologi tinggi.
“Ini bukti nyata kemandirian dan gotong royong warga,” tambah Wasdiyanto.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




