Berita

Transformasi Hijau Kota Semarang: Lahan Terbengkalai Disulap Jadi Taman Pintar Ramah Lingkungan

Di tengah tantangan urbanisasi dan keterbatasan ruang terbuka hijau di perkotaan, Pemerintah Kota Semarang menunjukkan langkah progresif dengan mengubah lahan-lahan terbengkalai menjadi taman pintar mini atau smart park. Salah satu contoh sukses dari inisiatif ini adalah Taman Kertanegara di Jalan Kusumawardani, Semarang Selatan, yang kini tampil dengan wajah baru sebagai Semarang Mini Eco Smart Park (Semarak).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Yudi Wibowo, menyampaikan bahwa Taman Kertanegara merupakan percontohan dari konsep taman cerdas yang tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menjawab kebutuhan lingkungan hidup dan edukasi masyarakat.

“Lahan ini sebelumnya tidak terawat dan tidak digunakan. Sekarang, selain menjadi ruang terbuka hijau, taman ini juga dilengkapi dengan berbagai elemen ekologis dan teknologi cerdas,” ujar Yudi dalam keterangannya, Rabu (6/8).

Mengusung Konsep Ekologis dan Edukatif

Berbeda dengan taman kota pada umumnya, Semarak dirancang dengan pendekatan lanskap ekologis berkelanjutan. Artinya, perencanaan taman mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem di dalamnya, mulai dari penyediaan habitat satwa, pengelolaan air, hingga sistem pertanian perkotaan (urban farming).

Taman ini dilengkapi dengan berbagai fitur ramah lingkungan, di antaranya:

  • Penanaman pohon peneduh untuk mengurangi suhu lingkungan.
  • Sumur resapan dan pipa resapan horizontal guna mendukung konservasi air tanah.
  • Komposter dan lubang biopori untuk pengelolaan sampah organik dan peresapan air hujan.
  • Zona urban farming yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal dan edukasi pertanian berkelanjutan.

“Kami ingin menjadikan taman ini sebagai ruang hidup, bukan hanya ruang terbuka. Di sini masyarakat bisa belajar, bercocok tanam, berinteraksi, sekaligus menjaga lingkungan,” jelas Yudi.

Teknologi Cerdas di Ruang Terbuka

Lebih menarik lagi, Taman Kertanegara kini telah mengintegrasikan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang membuatnya layak disebut sebagai taman pintar (smart park). Salah satu fitur yang ditanamkan adalah sistem penyiraman otomatis yang memungkinkan tanaman tetap terhidrasi secara efisien tanpa ketergantungan tenaga manual.

Selain itu, taman ini juga menawarkan pengalaman edukatif interaktif melalui kode QR yang bisa dipindai pengunjung. Dengan memindai barcode di dekat tanaman, pengunjung akan mendapatkan informasi lengkap mengenai jenis tanaman, manfaat ekologis, hingga cara budidayanya.

“Konsep smart park di sini adalah pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi, kualitas taman, dan memperkaya pengalaman pengunjung,” tambah Yudi.

Optimalisasi Lahan Terbatas

Meski semangat Pemkot Semarang begitu besar dalam mengembangkan taman pintar, Yudi mengakui bahwa tidak semua lahan terbengkalai dapat diubah menjadi taman serupa. Konsep Semarak lebih cocok diterapkan pada lahan-lahan dengan luasan terbatas, maksimal 1.250 meter persegi.

Sebagai contoh, Taman Kertanegara sendiri hanya memiliki luas 638 meter persegi. Meski kecil, taman ini mampu memberi dampak besar bagi lingkungan sekitarnya, termasuk menjadi oase hijau di tengah kepadatan kota.

Anggaran dan Rencana Pengembangan

Pembangunan Taman Kertanegara sebagai Semarak menelan biaya sekitar Rp260 juta, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pembangunan ruang hijau bisa dilakukan secara sinergis antara pemerintah dan dunia usaha.

Yudi juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pengembangan Semarak tahap berikutnya yang akan berlokasi di daerah Gaharu, Banyumanik, dengan konsep serupa. Inisiatif ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat di Kota Semarang.

“Taman ini bukan hanya soal estetika, tapi juga soal fungsi lingkungan, sosial, dan edukatif. Ke depan, kami ingin Semarak hadir di banyak titik di kota ini,” tuturnya.

Harapan Menuju Kota Ramah Lingkungan

Langkah Pemerintah Kota Semarang ini menjadi angin segar di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan di perkotaan. Dengan menjadikan lahan tidur sebagai taman edukatif berbasis teknologi dan ekologi, kota ini memberi contoh nyata bahwa urbanisasi tidak harus bertentangan dengan pelestarian lingkungan.

Semarak bukan sekadar ruang terbuka, tapi juga ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat dengan alam dan teknologi secara harmonis.


Sumber:
https://www.antaranews.com/berita/5019353/pemkot-semarang-ubah-lahan-terbengkalai-jadi-taman-pintar-mini

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO