Pidato presiden Republik Indonesia pengantar RAPBN 2026 dan nota keuangan

Peta Jalan APBN 2026: Strategi Pemerintah Wujudkan Indonesia Tangguh dan Sejahtera
Dalam pidato penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera. APBN 2026 dirancang sebagai instrumen utama untuk mencapai target pembangunan tersebut.
Anggaran dan Prioritas Pembangunan
APBN 2026 memiliki total belanja negara Rp3.786,5 triliun dan pendapatan Rp3.147,7 triliun. Dengan demikian, defisit anggaran yang ditetapkan adalah Rp638,8 triliun, atau sekitar 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB), angka ini dinilai masih berada dalam batas aman.
Presiden Prabowo menggarisbawahi delapan prioritas utama yang menjadi fokus alokasi anggaran:
- Ketahanan Pangan: Anggaran Rp164,4 triliun.
- Ketahanan Energi: Anggaran Rp402,4 triliun.
- Program Makan Bergizi Gratis: Anggaran Rp335 triliun.
- Pendidikan Bermutu: Anggaran Rp757,8 triliun.
- Kesehatan Berkualitas: Anggaran Rp244 triliun.
- Koperasi Merah Putih.
- Pertahanan.
- Percepatan Investasi dan Perdagangan.
Target Makroekonomi dan Sosial
Pemerintah memproyeksikan program-program ini akan menghasilkan dampak signifikan pada indikator ekonomi dan sosial pada tahun 2026, dengan target sebagai berikut:
- Tingkat Kemiskinan: Menurun ke 6,5–7,5%.
- Tingkat Pengangguran: Menurun ke 4,44–4,96%.
- Inflasi: Terjaga pada angka 2,5%.
- Pertumbuhan Ekonomi: Meningkat hingga 5,4%.
- Rasio Gini: Menurun menjadi 0,377–0,380.
- Indeks Modal Manusia: Meningkat menjadi 0,57.
Selain itu, pidato ini juga menekankan pentingnya hilirisasi, optimalisasi pajak, subsidi tepat sasaran, serta pembiayaan kreatif melalui peran Danantara dan swasta. Secara keseluruhan, APBN 2026 dirancang untuk lebih efisien, fleksibel, dan berorientasi pada hasil nyata, bukan sekadar belanja rutin.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




