Mengkaji investasi iklim Jakarta

Sebagai sebagai salah satu wilayah metropolitan dengan kepadatan penduduk yang tertinggi di dunia, Jakarta mengalami berbagai tantangan karena krisis iklim. Jakarta biasa mendapat julukan “kota yang paling akan cepat tenggelam” (World Economic Forum, 2018), karena sekitar separuh kota ini terletak di bawah permukaan laut. Beberapa wilayahnya mengalami tingkat penurunan permukaan sebesar sembilan
inci per tahun. Beberapa akar penyebabnya adalah (i) eksploitasi air tanah – kualitas air Jakarta tidak memadai untuk keperluan minum dan keperluan sehari-hari lainnya sehingga warga terpaksa memompa air dari akuifer yang berada jauh di bawah permukaan tanah, (ii) perencanaan kota yang buruk – pertumbuhan penduduk perkotaan meningkatkan permintaan dan ketergantungan akan air tanah dan (iii)
perubahan iklim yang menyebabkan percepatan kenaikan permukaan laut, peningkatan intensitas curah hujan, dan cuaca ekstrem, meningkatkan risiko banjir. Di sisi lain Sementara itu, Jakarta berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 30% pada tahun 2030 dari nilai baseline 35 MT CO2e saat ini, sehingga. Diperlukan pendanaan yang signifikan untuk mencapai target tersebut.
Memiliki risiko iklim signifikan dan target pengurangan emisi GRK 2030 yang ambisius, hanya 8,6% dari anggaran kota Jakarta digunakan untuk pengeluaran terkait lingkungan pada tahun 2017 dan 2018, meskipun kapasitas fiskalnya kuat. Jakarta yang berperan ganda sebagai ibu kota negara dan pusat kendali ekonomi nasional, mampu menghasilkan lebih banyak pendapatan setiap tahun, dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Komitmen terkait iklim juga dimasukkan dalam rencana aksi daerah untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu RPJMD 2017-2022. Selain itu, ruang fiskal tersebut memungkinkan Jakarta untuk menginisiasi proyek terkait iklim yang diperlukan, dengan penyelarasan dan koordinasi di tingkat nasional dan daerah, untuk mencapai target iklim. Namun, belum ada penelitian sebelumnya yang melacak investasi Jakarta dalam pendanaan iklim.
Penelitian ini merupakan upaya pertama kalinya untuk melacak arus investasi iklim perkotaan dari sektor publik dan swasta di Jakarta. Pelacakan pendanaan iklim membantu mengidentifikasi sumber-sumber pendanaan penting untuk proyek-proyek iklim perkotaan, sehingga membantu para pemangku kepentingan untuk memahami jenis pendanaan iklim (baik adaptasi maupun mitigasi) dan mendukung dinas-dinas di pemerintahan dalam merumuskan panduan strategi kebijakan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




