Berita

Indonesia Butuh Investasi Rp300 Triliun untuk Capai Pengelolaan Sampah 100 Persen pada 2029

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sekitar Rp300 triliun atau setara 20–21 miliar dolar AS untuk mewujudkan pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029. Angka ini mencakup biaya transformasi tempat pemrosesan akhir (TPA) yang masih menggunakan sistem open dumping menjadi minimal controlled landfill atau sanitary landfill.

“Proyeksi investasinya hampir 20 sampai 21 miliar dolar AS atau Rp300 triliun,” kata Hanif dalam rapat konsolidasi multipihak perumusan langkah strategis setelah INC-5.2 di Jakarta, Kamis (21/8).

Target pengelolaan sampah ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan mencakup sampah plastik. Selain perbaikan TPA, investasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah modern, termasuk Refuse Derived Fuel (RDF) dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di 33 kota, pendirian 250 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), serta pembangunan 42 ribu TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Hanif menegaskan bahwa dana besar tersebut bukan hanya untuk pengeluaran, tetapi juga membuka potensi pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Namun, tantangan pendanaan masih menjadi fokus pemerintah, terlebih di tengah belum tercapainya kesepakatan Perjanjian Plastik Global dalam pertemuan INC-5.2 di Jenewa, Swiss.

Sebagai langkah antisipasi, Indonesia mendorong penguatan kerja sama bilateral sambil menunggu kesepakatan multilateral. Dukungan negara maju dalam bentuk teknologi, investasi, pengembangan kapasitas, transfer pengetahuan, dan pendanaan dinilai sangat penting untuk mencapai target tersebut.

Sumber: Antara News

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO