Pemprov Bali Siapkan 1.000 Ton Sampah per Hari untuk Teknologi PSEL

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah mempersiapkan penerapan teknologi pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai langkah lanjutan setelah rencana penutupan open dumping TPA Suwung pada Desember 2025.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali, I Made Rentin, menyatakan bahwa teknologi PSEL membutuhkan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari agar dapat beroperasi optimal. “Tugas pemerintah daerah adalah menyiapkan lahan lokasi PSEL dan memastikan dukungan sampah harian tidak kurang dari 1.000 ton per hari,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (21/8).
Jika suplai sampah harian tidak mencukupi, pengelola PSEL bisa dikenakan denda. Namun, Made Rentin memperkirakan timbulan sampah dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mencapai sekitar 1.400 ton per hari, sehingga target ini dapat terpenuhi.
Dengan beroperasinya PSEL, seluruh jenis sampah dapat diolah tanpa perlu lagi dibuang ke TPA Suwung. TPA tersebut nantinya hanya akan menerima sampah residu seperti popok dan pembalut yang tidak dapat didaur ulang.
“Ketika nanti PSEL sudah berjalan, TPA hanya menerima residu. Truk swakelola pun bisa langsung mengangkut sampah ke lokasi PSEL,” jelasnya.
Pemprov Bali juga berencana mengubah lahan TPA Suwung seluas 22 hektare menjadi taman kota setelah penutupan total open dumping. Saat ini, penataan dilakukan secara bertahap setiap hari Rabu karena TPA masih menerima sampah dengan komposisi 30 persen organik dan 70 persen anorganik.
Pemerintah akan melibatkan pihak ketiga dan investor setelah peraturan pengolahan sampah dari pemerintah pusat rampung. Hal ini juga akan mempercepat penataan tumpukan sampah di TPA Suwung yang kini mencapai ketinggian 35 meter.
Sumber: Antara News
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




