Berita

Kadin Indonesia Dorong UMKM Bertransisi ke Energi Bersih untuk Masa Depan Berkelanjutan

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar beralih ke energi bersih yang ramah lingkungan. Hal ini menjadi langkah krusial mengingat aktivitas sektor UMKM selama tahun 2023 menyumbang emisi gas rumah kaca hingga 216 juta ton CO2.

Ketua Kelompok Kerja Transisi Energi sekaligus Ketua Komite Tetap Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kadin Indonesia, Anthony Utomo, menekankan pentingnya transisi energi untuk keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di Indonesia. “UMKM memiliki peranan penting dalam mengakselerasi transisi energi karena tidak hanya mendukung pengembangan energi bersih, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Anthony dalam keterangannya pada Senin (16/12/2024).

Potensi Energi Terbarukan yang Belum Maksimal Dimanfaatkan

Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang sangat besar, mencapai 3.686 gigawatt, namun pemanfaatannya saat ini baru mencapai 13,7 gigawatt. Artinya, hanya sekitar 14 persen dari potensi energi terbarukan yang sudah dimanfaatkan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan energi bersih di berbagai sektor, termasuk UMKM.

Kadin Indonesia mencatat bahwa sektor UMKM berperan penting sebagai motor penggerak transisi energi. Dengan jumlah mencapai 65 juta unit usaha, UMKM berkontribusi hingga Rp 9.580 triliun atau setara 91 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap 97 persen total tenaga kerja. Jika UMKM beralih ke energi bersih, dampaknya akan sangat signifikan terhadap penurunan emisi gas rumah kaca dan pencapaian target energi berkelanjutan.

Tantangan UMKM dalam Transisi Energi

Meski potensinya besar, transisi ke energi bersih di kalangan UMKM masih menghadapi berbagai hambatan. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap pendanaan dan edukasi mengenai praktik bisnis berkelanjutan. Banyak usaha kecil yang belum memahami pentingnya prinsip keberlanjutan dan bagaimana penerapannya dalam kegiatan bisnis sehari-hari.

Data Indonesia Energy Transition Outlook 2024 menunjukkan bahwa aktivitas UMKM menyumbang emisi hingga 216 juta ton CO2 pada tahun 2023. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong transformasi menuju energi bersih.

Solusi dan Langkah Bersama Menuju Transisi Energi Bersih

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi kunci. Pemerintah, lembaga keuangan, dan pihak swasta perlu bersama-sama memberikan akses pendanaan, pelatihan, dan teknologi bagi UMKM agar lebih mudah beralih ke energi bersih. Edukasi mengenai praktik bisnis ramah lingkungan juga harus ditingkatkan agar pelaku UMKM dapat memahami manfaat jangka panjang dari transisi energi.

Dengan semangat gotong-royong, upaya transisi energi di sektor UMKM tidak hanya akan membantu mencapai target emisi rendah karbon, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi dan membuka peluang usaha baru. Transisi ini menjadi langkah penting untuk mewujudkan masa depan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2024/12/16/191330326/potensi-ebt-baru-dimanfaatkan-14-persen-umkm-didorong-pakai-energi-bersih

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO