Berita

Menteri Lingkungan Hidup Dorong Pembangunan Pusat Daur Ulang Berbasis Kewirausahaan di Morowali

Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Hanif Faisol Nurofiq mengusulkan pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) atau bank sampah induk berbasis kewirausahaan sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kunjungan kerja ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai target 100% pengolahan sampah nasional pada 2029 sesuai RPJMN 2025-2029.

Bank Sampah Induk: Dari Beban Pemerintah Menjadi Peluang Bisnis

Dalam peninjauan ke TPA Bahoruru, Morowali (30/5), Menteri Hanif menekankan pentingnya pendekatan bisnis dalam pengelolaan sampah:

  • “Bank sampah harus dikelola dengan prinsip kewirausahaan, bukan oleh pemerintah. Morowali yang kaya sumber daya justru perlu model mandiri berbasis pasar,” tegasnya.
  • Sistem ini akan melibatkan pengumpul sampah level hulu hingga industri daur ulang dalam satu ekosistem terpadu.
  • Konsep ini sejalan dengan UU 32/2009 tentang PPLH yang mewajibkan produsen dan masyarakat bertanggung jawab atas sampah.

TPA Bahoruru: Kondisi Terkendali tapi Butuh Inovasi

Meski menilai TPA Bahoruru “relatif terkendali dengan penataan rapi dan bau minimal”, Menteri Hanif mengidentifikasi sejumlah tantangan:
✔ Kawasan industri Morowali yang masif membutuhkan sistem khusus.
✔ Perlunya efisiensi operasional dengan teknologi pemilahan.
✔ Potensi konversi sampah menjadi energi seperti di Bali yang akan dimulai Juli 2024.

Kolaborasi Pentahelix: Kunci Solusi Sampah Morowali

Menteri Hanif mengapresiasi komitmen Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf dan menawarkan skema kolaborasi:

  1. Dukungan teknis dari Kementerian LHK untuk pembangunan PDU.
  2. Pendampingan UMKM daur ulang melalui KUR Hijau.
  3. Sanksi tegas bagi pelaku industri yang melanggar (langkah represif).
  4. Edukasi masyarakat berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Tugas pemerintah daerah adalah memastikan norma lingkungan dipatuhi, sementara swasta dan masyarakat menjalankan ekonomi sirkular,” jelas Hanif.

Morowali sebagai Pilot Project Ekonomi Sirkular

Kabupaten dengan cadangan nikel terbesar nasional ini dinilai ideal untuk menerapkan model “waste to wealth”:

  • Sampah anorganik (plastik, logam) dapat didaur ulang untuk kebutuhan industri lokal.
  • Sampah organik berpotensi jadi kompos/pakan ternak.
  • Teknologi waste-to-energy bisa dimanfaatkan untuk kawasan industri.

“Kami siap dukung Morowali menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi di Indonesia Timur,” pungkas Menteri Hanif.

Sumber Berita:
Antara News – Menteri LH Sarankan Bangun Pusat Daur Ulang Berbasis Kewirausahaan

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO