Nestapa warga Serpong rumahnya tertimbun sampah berujung ditawari pindah

Tertimbun dan Teracuni, Nestapa Warga Serpong Akibat TPA Cipeucang
Kondisi kritis yang dialami warga Kampung Curug, Serpong, Tangerang Selatan, akibat meluapnya gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, telah menjadi sorotan publik. Kisah Agus (50), seorang warga yang rumahnya nyaris tertimbun sampah, mengungkap dampak lingkungan dan kesehatan yang parah akibat kegagalan pengelolaan limbah di kawasan tersebut.
I. Realitas Kritis di TPA Cipeucang
Rumah Agus di Kampung Curug RT 006 RW 004, Serpong, terletak tepat di samping TPA Cipeucang yang telah beroperasi selama lebih dari 10 tahun.
- Invasi Lahan: Jarak aman antara rumah Agus dan gunungan sampah TPA Cipeucang yang semula 4-5 meter kini sudah tergerus. Sampah telah menutupi sebagian tanah miliknya, bahkan menimbun patok dan pohon di perbatasan.
- Ancaman Fisik: Warga hidup dalam kekhawatiran karena longsoran sampah sering terjadi. Selain itu, hujan deras menyebabkan TPA meluap dan mengakibatkan banjir di area permukiman.
- Bencana Banjir Berulang: Banjir setinggi betis melanda rumah warga pada Jumat (5/12/2025) dan kembali terjadi saat hujan deras pada Rabu (10/12/2025), merendam tiga rumah dan pabrik tahu yang sebelumnya tidak pernah terdampak.
II. Dampak Lingkungan dan Kesehatan yang Parah
Tinggal berdampingan dengan TPA Cipeucang telah menimbulkan dampak kesehatan dan biaya hidup yang sangat mahal bagi warga, terutama Agus dan keluarganya:
| Aspek | Dampak yang Dialami Warga | Keterangan Detail |
| Kesehatan | Sesak Napas dan Gatal-gatal | Agus mengaku sesak napas sudah dirasakan lama, namun memburuk dalam dua tahun terakhir. Ia terpaksa memakai masker setiap hari untuk mengurangi bau menyengat yang terasa engap. |
| Air Bersih | Pencemaran Air Lindi | Sumur yang dulunya menjadi sumber air minum bersih kini tercemar air lindi dari sampah. |
| Biaya Hidup | Kebutuhan Air Isi Ulang | Selama 4-5 tahun terakhir, Agus harus membeli air galon untuk seluruh kebutuhan MCK, minum, dan memasak. Diperkirakan menghabiskan biaya harian sekitar Rp 69.000 (5 galon air isi ulang Rp 5.000/galon + 2 galon air minum Rp 22.000/galon). |
Meskipun baru sekitar lima bulan terakhir menerima bantuan air bersih dari pemerintah setempat, kebutuhan air minum tetap harus dipenuhi melalui pembelian air galon.
III. Respon Warga dan Tuntutan Kebijakan
Merasa laporan ke pemerintah setempat lamban, Agus memilih mengadu langsung kepada Presiden melalui video yang viral di media sosial.
Pada Senin, 8 Desember 2025, warga RT 006 RW 004 dan Desa Kademangan melakukan unjuk rasa di depan kantor UPTD Cipeucang, yang berujung pada penghentian sementara pembuangan sampah ke TPA.
Tuntutan Warga Kampung Curug:
- Penutupan TPA Cipeucang per 8 Desember 2025.
- Normalisasi saluran air kali (yang menyempit dari 2-3 meter menjadi sekitar 50 cm akibat sampah) agar kembali seperti dulu.
- Perapihan sampah di sekitar rumah warga yang terdampak.
- Penyediaan alat berat standby untuk perapihan saluran air dan area rumah.
- Penanganan efektif terhadap lindi dan bau sampah.
- Pemberian kompensasi dan penanganan dampak kesehatan warga.
IV. Tawaran Relokasi dan Keengganan Warga
Agus menyebutkan bahwa anggota DPRD sempat mengunjungi rumahnya dan menawarkan relokasi sebagai solusi. Namun, tawaran ini ditolak oleh Agus.
“Saya pengen seperti semula, tempat sampah ditarik, seperti biasa. Kalau relokasi dan pembebasan (lahan) saya mah belum (kepikiran) ke situ. Kita sudah nyaman di sini,” tegas Agus, menunjukkan bahwa prioritas utama warga adalah pemulihan lingkungan yang layak huni, bukan pemindahan paksa.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




