Saat Tangsel darurat sampah, Jakarta dibayangi overload TPST Bantargebang

Krisis pengelolaan sampah kini menjadi ancaman nyata bagi wilayah megapolitan Jabodetabek. Sementara Tangerang Selatan (Tangsel) tengah berjuang dengan tumpukan sampah di ruang publik, Jakarta mulai menghitung mundur sisa masa pakai TPST Bantargebang.
Berikut adalah rangkuman informatif mengenai situasi darurat sampah di dua wilayah tersebut per Desember 2025:
1. Tangerang Selatan: Darurat Penumpukan di Hilir
Masalah di Tangsel bersifat mendesak (akut) karena terhentinya alur pembuangan ke pusat pemrosesan akhir.
- Penyebab Utama: TPA Cipeucang sedang menjalani renovasi konstruksi dan penataan tumpukan, sehingga tidak dapat menerima kiriman sampah dari 1,4 juta warga untuk sementara waktu.
- Titik Kritis: Penumpukan terlihat jelas di kolong Flyover Ciputat, dekat Pasar Jombang, dan berbagai titik pemukiman.
- Upaya Darurat: Pemkot Tangsel menutup gunungan sampah dengan terpal dan menyemprotkan cairan anti-bau. Namun, langkah ini dinilai belum efektif karena bau menyengat tetap keluar dan sampah mulai membusuk (berbelatung).
- Solusi Jangka Panjang: Wali Kota Benyamin Davnie menargetkan perbaikan TPA selesai akhir Desember 2025 dan sedang mengupayakan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
2. Jakarta: Ancaman Kapasitas di Hulu
Jika Tangsel menghadapi kendala teknis sementara, Jakarta menghadapi masalah kapasitas lahan yang semakin menipis.
- Kondisi TPST Bantargebang: Dengan luas 110 hektar, tempat ini telah menampung sekitar 50–55 juta ton sampah. Diprediksi kapasitasnya hanya akan bertahan enam tahun lagi.
- Beban Harian: Jakarta mengirimkan sekitar 7.000 ton sampah setiap harinya menggunakan ratusan truk.
- Solusi Strategis: Gubernur Pramono Anung bekerja sama dengan BPI Danantara untuk membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
- Target: Mengurangi beban timbunan sampah secara signifikan melalui teknologi pembakaran yang menghasilkan energi, guna memperpanjang masa pakai lahan pembuangan.
Perbandingan Krisis Sampah: Jakarta vs Tangsel
| Aspek | Kota Tangerang Selatan | Provinsi DKI Jakarta |
| Status Krisis | Darurat Jangka Pendek (Penumpukan di jalan) | Ancaman Jangka Menengah (Kapasitas TPA) |
| Volume Harian | Melayani 1,4 Juta Warga | ± 7.000 Ton / Hari |
| Penyebab Masalah | Perbaikan infrastruktur TPA Cipeucang | Lahan TPST Bantargebang hampir penuh |
| Solusi Utama | Perbaikan TPA & Pengajuan PSEL | Pembangunan 2 Unit PLTSa (Danantara) |
| Target Terdekat | Normalisasi pengangkutan akhir Des 2025 | Penurunan volume 55 juta ton sampah |
Analisis Solusi: Transformasi Menuju Energi
Kedua wilayah kini sepakat bahwa metode “kumpul-angkut-buang” sudah tidak relevan. Transformasi menuju PSEL atau PLTSa menjadi satu-satunya jalan keluar untuk:
- Mengurangi volume sampah secara drastis dalam waktu cepat.
- Menghasilkan nilai tambah berupa energi listrik.
- Meminimalisir pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan bagi warga sekitar lokasi pembuangan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




