Inacell: Inovasi BRIN Mengubah Limbah Sawit Menjadi Material Bernilai Tinggi

Para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi baru bernama Inacell, yaitu produk mikrokristalin selulosa (Microcrystalline Cellulose/MCC) yang diolah dari limbah padat industri kelapa sawit, khususnya tandan kosong kelapa sawit.
Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) BRIN Holilah menjelaskan bahwa MCC merupakan hasil hidrolisis selulosa yang dikendalikan dan memiliki banyak kegunaan di berbagai sektor industri.
“MCC merupakan produk hidrolisis selulosa terkontrol yang banyak diaplikasikan di sektor industri, seperti farmasi, pangan, kosmetik, hingga bahan pelapis (coating),” ujarnya dalam keterangan di Jakarta.
Menurut Holilah, inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi permasalahan limbah industri kelapa sawit, tetapi juga membuka peluang peningkatan nilai ekonomi yang jauh lebih besar bagi sektor sawit nasional.
Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Sawit
Pemilihan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku Inacell dilakukan karena ketersediaannya yang melimpah dan berkelanjutan. Selain itu, limbah ini merupakan sumber lignoselulosa yang potensial, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui proses pengolahan tertentu, limbah tersebut diubah menjadi selulosa dengan kandungan mencapai 65,21 persen. Proses utama yang dilakukan adalah menghilangkan lignin sehingga menghasilkan MCC dengan tingkat kemurnian tinggi.
“Setelah proses penghilangan lignin, kami dapat menghasilkan MCC yang relatif murni dengan kadar lignin akhir hanya sekitar satu persen,” jelas Holilah.
Kebutuhan Nasional Masih Bergantung Impor
Holilah juga mengungkapkan bahwa kebutuhan MCC di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Saat ini, kebutuhan dalam negeri masih dipenuhi melalui impor yang mencapai sekitar empat juta kilogram per tahun.
Dengan adanya inovasi seperti Inacell, diharapkan ketergantungan terhadap impor bahan tersebut dapat berkurang sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya domestik.
Beragam Aplikasi di Banyak Industri
MCC memiliki berbagai fungsi penting di sejumlah sektor industri.
Di bidang farmasi, MCC digunakan sebagai bahan pengisi tablet yang mudah terurai di dalam usus serta dapat dikombinasikan dengan berbagai senyawa bioaktif. Selain itu, bahan ini dinilai aman karena berasal dari sumber tumbuhan.
Di sektor pangan, MCC berfungsi sebagai texturizing agent yang membantu meningkatkan volume roti, sekaligus menjadi bahan penstabil dan pengental dalam produk seperti saus. MCC juga berperan menjaga stabilitas produk dalam jangka panjang dengan mengontrol kadar air sehingga dapat memperpanjang masa simpan makanan.
Sementara itu, pada industri material komposit, MCC digunakan sebagai agen penguat (reinforcement) yang mampu meningkatkan sifat mekanik material, terutama ketika diolah menjadi nanoselulosa untuk berbagai jenis komposit.
Di bidang kosmetik, MCC dimanfaatkan sebagai bahan texturizing, bulking, dan stabilizing agent dalam berbagai produk seperti krim, bedak padat, dan foundation. Bahan ini juga berfungsi membantu mengontrol kadar minyak pada produk kosmetik.
Mendukung Kemandirian Industri Nasional
Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Akbar Hanif Dawam menegaskan bahwa pengembangan Inacell merupakan bagian dari komitmen BRIN dalam menghasilkan riset yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
“Inovasi seperti Inacell diharapkan dapat mendukung swasembada kebutuhan dalam negeri, tidak hanya di sektor farmasi dan kesehatan tetapi juga berbagai sektor industri lainnya,” kata Akbar.
Melalui inovasi ini, limbah sawit yang sebelumnya dianggap sebagai masalah lingkungan berpotensi berubah menjadi bahan baku industri bernilai tinggi yang ramah lingkungan.
Sumber berita:
https://www.antaranews.com/berita/5456887/brin-kembangkan-limbah-sawit-jadi-inacell-material-ramah-lingkungan
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.



