DPRD Surabaya Soroti Truk Sampah Tak Layak Jalan, Minta DLH Segera Benahi Armada

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Surabaya, Arif Fathoni, meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya untuk segera membenahi armada pengangkut sampah yang dinilai sudah tidak layak beroperasi di jalanan kota.
Menurut Fathoni, kondisi sejumlah truk pengangkut sampah yang masih digunakan saat ini tidak hanya mengganggu estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengurangi kenyamanan masyarakat.
“Kondisi ini dapat merusak estetika kota, sekaligus berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Fathoni saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa persoalan armada pengangkut sampah sebenarnya telah dibahas sebelumnya dalam rapat bersama DLH Kota Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, pihak dinas menyampaikan bahwa armada yang digunakan saat ini terdiri dari dua kategori, yakni kendaraan milik DLH dan armada sewaan dari pihak swasta.
“Dulu kita juga sempat rapat dengan DLH terkait keberadaan truk yang tidak layak mengangkut sampah dan melintasi jalanan di Kota Surabaya. Saat itu dijelaskan ada truk milik DLH dan ada juga yang disewa dari pihak swasta,” kata Fathoni.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa status kepemilikan kendaraan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kelayakan operasional armada. Baik kendaraan milik pemerintah maupun hasil sewa dari pihak swasta tetap harus memenuhi standar kelayakan jalan.
“Apapun itu, mau menyewa atau pengadaan dari DLH sendiri harus tetap memperhatikan kelayakan kendaraan,” tegasnya.
Fathoni juga menilai akan menjadi sebuah ironi apabila pemerintah kota tetap mengoperasikan truk yang tidak layak, sementara di sisi lain Dinas Perhubungan Kota Surabaya secara rutin melakukan razia terhadap kendaraan lain yang dianggap tidak memenuhi standar kelayakan jalan.
“Percuma jika Dinas Perhubungan melakukan razia terhadap truk moda transportasi lain yang tidak layak jalan, tetapi di sisi lain pemerintah kota justru membiarkan truk yang tidak layak tetap beroperasi di jalanan Surabaya,” ujarnya.
Selain berpotensi membahayakan lalu lintas, Fathoni juga menilai kondisi armada yang tidak terawat dapat merusak citra Surabaya sebagai kota yang dikenal bersih, rapi, dan tertata.
“Di samping merusak keindahan Kota Surabaya yang asri, kondisi itu juga menjadi etalase wajah pemerintah kota di hadapan masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia menyarankan agar DLH segera melakukan pembenahan armada, baik melalui pengadaan kendaraan baru maupun penyewaan truk yang lebih layak dan memenuhi standar operasional.
“Kalau memang tidak mampu membeli, setidaknya menyewa truk yang layak untuk mengangkut sampah di Kota Surabaya,” tambahnya.
Selain menyoroti kondisi armada, Fathoni juga menyinggung fasilitas di TPA Benowo yang menurutnya perlu dilengkapi dengan sarana pencuci ban kendaraan.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut penting agar truk yang keluar dari area pembuangan sampah tidak membawa kotoran yang dapat mencemari atau merusak kondisi jalan di kota.
“Di TPA Benowo itu seharusnya disediakan fasilitas pencuci atau penyiram ban kendaraan, sehingga ketika truk keluar dari aktivitas penurunan sampah, rodanya sudah bersih dan tidak mengotori jalan-jalan di Kota Surabaya,” pungkasnya.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




