Upaya Serius Cegah Banjir, Pemkab Cianjur Normalisasi Drainase di Jalur Strategis Cibeber

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus bergerak cepat mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah normalisasi saluran air (drainase) di sepanjang Jalan Raya Cibeber–Cianjur melalui pengerukan menggunakan alat berat.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik rawan. Hasilnya, ditemukan bahwa penyebab utama banjir adalah pendangkalan serta penyempitan saluran air yang sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Pengerukan difokuskan pada titik-titik prioritas seperti ruas jalan Cijeblog dan Peuteuycondong di Kecamatan Cibeber. Beberapa hari sebelumnya, kawasan ini bahkan sempat terputus akibat terendam banjir setinggi satu meter.
“Penyempitan dan pendangkalan saluran air ditambah hujan dengan intensitas tinggi menjadi penyebab utama banjir di jalur penghubung utama Cianjur menuju wilayah selatan,” ujar Ardian.
Namun demikian, penanganan tidak sepenuhnya bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Beberapa infrastruktur penting seperti gorong-gorong berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga diperlukan koordinasi lintas instansi.
“Untuk gorong-gorong di bawah jalan merupakan kewenangan provinsi. Kami berharap ada kerja sama agar bisa diperbaiki atau diperbesar sehingga fungsi drainase kembali optimal, terutama saat curah hujan tinggi,” tambahnya.
🌧️ Harapan dan Peran Masyarakat
Pemerintah berharap normalisasi ini dapat menekan potensi banjir di masa mendatang. Meski tidak bisa menghilangkan risiko sepenuhnya, setidaknya air tidak lagi meluap hingga menutup badan jalan.
Lebih dari itu, peran masyarakat juga menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan upaya ini. Warga diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air atau sungai.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan penyumbatan aliran air yang berujung pada banjir. Oleh karena itu, kesadaran kolektif sangat dibutuhkan agar upaya pemerintah tidak sia-sia.
“Ini untuk kepentingan bersama. Penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus dilakukan bersama-sama. Curah hujan tinggi, saluran menyempit, serta tumpukan sampah menjadi kombinasi penyebab banjir yang harus kita cegah,” tegas Ardian.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan masalah banjir di Cianjur dapat ditekan secara signifikan dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




