Berita

Kalteng kehilangan hutan, dari pesisir hingga pedalaman

Ironi Deforestasi Kalimantan Tengah: Hutan Habis, Dampak Diidentifikasi, Siapa Bertanggung Jawab?

Kalimantan Tengah sedang menghadapi krisis lingkungan yang serius. Deforestasi terjadi secara masif, membabat vegetasi hijau mulai dari kawasan pesisir hingga jauh ke wilayah pedalaman.

Namun, hilangnya hutan bukan sekadar perkara berkurangnya jumlah pepohonan. Ini adalah awal dari efek domino yang mengancam stabilitas ekologi dan sosial kemasyarakatan.

Efek Domino Hilangnya Hutan Kalteng

Ketika bentang alam hutan rusak, kehancuran merembet ke berbagai sektor kehidupan. Masyarakat Kalimantan Tengah kini harus bersiap menghadapi ancaman nyata, di antaranya:

  • Bencana Hidrometeorologi: Meningkatnya risiko banjir bandang akibat rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kehilangan daya serap airnya.
  • Krisis Ekologi: Hilangnya habitat asli satwa liar yang memicu konflik antara hewan dan manusia, serta pelepasan emisi karbon dalam jumlah masif ke atmosfer yang mempercepat perubahan iklim.
  • Ancaman Sosial: Berkurangnya ruang hidup (living space) bagi masyarakat adat dan komunitas lokal yang ruang gerak serta sumber penghidupannya bergantung penuh pada kelestarian hutan.

Menuntut Transparansi dan Pengawasan Negara

Di balik gundulnya hutan Kalteng, terdapat arus investasi yang sangat besar di sektor perkebunan skala besar, pertambangan, dan pemanfaatan lahan konsesi. Mengingat dampaknya yang luas, publik kini berhak menuntut transparansi penuh atas tiga hal krusial:

  1. Mekanisme Perizinan: Bagaimana proses dan dasar hukum pemberian izin konsesi lahan tersebut diterbitkan?
  2. Keterbukaan Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership): Siapa saja pihak atau korporasi yang sebenarnya mendulang keuntungan terbesar dari penguasaan lahan berskala masif ini?
  3. Efektivitas Pengawasan: Sejauh mana instrumen negara berfungsi mengawasi dan menindak pelanggaran lingkungan di lapangan?

Pertanyaan mendasar bagi masa depan Kalimantan Tengah bukan lagi tentang apakah hutannya berkurang, melainkan seberapa banyak yang masih tersisa dan siapa yang berkomitmen menjaga sisanya. Saat eksploitasi hutan mendatangkan keuntungan finansial bagi segelintir pihak, dampak buruk lingkungannya justru harus ditanggung oleh seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

sumber:
https://www.instagram.com/p/DZXQz4imdxG/

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO