Gerakan masyarakat melindungi lanskap sejarah Gunung Penanggungan

Gerakan Masyarakat Sipil dalam Upaya Melindungi Lanskap Sejarah Gunung Penanggungan
Upaya penyelamatan dan pelestarian kawasan bersejarah Gunung Penanggungan di Jawa Timur terus bergulir. Sebagai bagian dari komitmen menjaga situs warisan budaya dan ekologi tersebut, Tim Peneliti/Jurnalis Surabaya baru saja merampungkan tahap awal pengumpulan sumber data lapangan untuk menyusun laporan mendalam terkait gerakan masyarakat di kawasan tersebut.
Gunung Penanggungan, yang dikenal kaya akan situs purbakala dan petirtaan suci sejak era Jawa Kuno, saat ini menghadapi berbagai tantangan kelestarian. Laporan ini disusun untuk memotret bagaimana komunitas lokal bergerak secara swadaya demi melindungi lanskap sejarah tersebut.
Kolaborasi dan Metodologi Pengumpulan Data
Tim Surabaya menegaskan bahwa hasil penelusuran yang dilakukan saat ini bukanlah sebuah kesimpulan akhir, melainkan langkah pembuka untuk mengawal isu pelestarian Penanggungan secara berkelanjutan. Keberhasilan pengumpulan data ini didukung penuh oleh jaringan media lokal dan organisasi jurnalisme sipil.
Apresiasi tinggi disampaikan kepada BaleBengong dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia yang telah memberikan ruang, pendanaan, serta pembekalan kapasitas bagi tim selama proses liputan mendalam (indepth reporting) berlangsung.
Narasumber Kunci: Edukasi Ekologi dan Budaya
Dalam membedah dinamika pelestarian di lapangan, Tim Surabaya menggali perspektif dari para penggerak akar rumput yang konsisten menjaga kawasan kaki gunung. Dua narasumber sentral dalam kajian ini meliputi:
- Sekolah Alam Penanggungan: Lembaga yang fokus pada pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal bagi generasi muda di sekitar kawasan gunung.
- Syska La Veggie: Aktivis dan praktisi lingkungan yang aktif mengadvokasi perlindungan keanekaragaman hayati serta pemulihan ekosistem di lanskap Penanggungan.
Profil Tim Pengkaji (Tim Surabaya)
Riset dan penyusunan laporan ini digawangi oleh kolaborasi tiga peneliti/jurnalis sipil, yaitu:
- Tri Nur Aini Tirta Kisma
- Andini Faridatussa’adah
- Khoiyah Idah Lestari
Laporan lanjutan dari tim ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting bagi publik maupun pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi perlindungan cagar budaya dan kawasan tangkapan air di Gunung Penanggungan.
sumber:
https://www.instagram.com/p/DZZM8I0mc0K/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




