TPST Karang Joang Balikpapan Kurangi Sampah hingga 80 Persen Lewat Pengolahan Terpadu

Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis pemilahan dan pengolahan dari sumber. Salah satu contohnya diterapkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Karang Joang, Balikpapan Utara.
Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya mengurangi jumlah sampah yang langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Berbeda dengan pola konvensional yang hanya mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang, TPST Karang Joang menerapkan proses pemilahan sebelum sampah masuk ke tahap pengolahan.
Hasilnya cukup signifikan. Sistem pengelolaan terpadu di fasilitas tersebut disebut mampu mengurangi volume sampah yang menuju tempat pemrosesan akhir hingga 80 persen.
Sampah Tidak Langsung Dibuang
Di TPST Karang Joang, sampah dipisahkan berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.
Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos atau dimanfaatkan sebagai pakan dalam budidaya larva lalat tentara hitam atau maggot.
Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dipilah, dicacah, kemudian diarahkan untuk menjadi material yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang.
Pendekatan ini membuat sampah tidak lagi dipandang semata sebagai sesuatu yang harus dibuang.
Sebagian material masih memiliki nilai guna, bahkan nilai ekonomi, apabila dipisahkan dan ditangani dengan benar sejak awal.
Mampu Kurangi Sampah hingga 80 Persen
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan pengelolaan sampah di TPST Karang Joang dilakukan secara terpadu, mulai dari proses pemilahan hingga pengolahan menjadi produk yang masih dapat dimanfaatkan.
Menurutnya, pola tersebut mampu menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir hingga 80 persen.
“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dari sumber hingga proses pengolahan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan timbulan sampah,” kata Bagus.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar material yang selama ini dianggap sampah sebenarnya masih dapat dialihkan dari TPA apabila tersedia sistem pemilahan dan pengolahan yang memadai.
Sampah Organik Jadi Kompos dan Pakan Maggot
Sampah organik menjadi salah satu jenis sampah yang memiliki potensi besar untuk diselesaikan lebih dekat dengan sumbernya.
Sisa makanan dan material organik lainnya dapat diolah menjadi kompos.
Sebagian juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot, yang kemudian memiliki potensi sebagai sumber pakan alternatif.
Dengan cara ini, material organik tidak langsung bercampur dengan sampah lainnya dan membusuk di TPA.
Pengolahan sampah organik sejak awal juga dapat membantu mengurangi volume sampah yang harus diangkut serta meningkatkan pemanfaatan material yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi.
Plastik Dipilah untuk Daur Ulang
Sampah anorganik juga mendapatkan penanganan berbeda.
Plastik dipilah berdasarkan jenisnya, kemudian dicacah untuk memudahkan proses pengolahan lanjutan.
Material tersebut selanjutnya dapat masuk kembali ke rantai daur ulang.
Pemilahan menjadi tahap penting karena material yang sudah bercampur dengan sampah organik, tanah, atau residu lainnya sering kali memiliki nilai daur ulang yang lebih rendah.
Karena itu, semakin awal sampah dipisahkan, semakin besar pula peluang material tersebut untuk dimanfaatkan kembali.
Bisa Menjadi Model bagi Kecamatan Lain
Pemkot Balikpapan menilai sistem di TPST Karang Joang berpotensi dikembangkan di wilayah lain.
Jika pola pengelolaan serupa dapat diterapkan secara lebih luas di enam kecamatan di Balikpapan, pemerintah kota optimistis pengurangan sampah secara keseluruhan dapat mencapai lebih dari 50 persen dalam dua tahun ke depan.
Target tersebut menunjukkan bahwa pengurangan sampah tidak harus selalu bergantung pada pembangunan tempat pemrosesan akhir yang semakin besar.
Sebaliknya, semakin banyak sampah yang dapat diselesaikan di tingkat kawasan, semakin kecil pula beban yang harus ditanggung fasilitas di hilir.
Peran Masyarakat Tetap Menentukan
Namun keberhasilan TPST tidak hanya bergantung pada teknologi atau fasilitas.
Pemilahan dari rumah tetap menjadi bagian penting dari sistem.
Jika sampah organik, anorganik, dan residu sudah dipisahkan sejak sumbernya, proses pengolahan akan jauh lebih mudah dan efisien.
Sebaliknya, apabila seluruh sampah bercampur dalam satu wadah, proses pemilahan membutuhkan lebih banyak tenaga, waktu, dan biaya.
Karena itu, Pemkot Balikpapan juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah secara mandiri dari rumah.
“Kami mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif memulai pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri dari rumah demi menciptakan lingkungan Balikpapan yang semakin bersih dan berkelanjutan,” ujar Bagus.
Dari Sampah Menjadi Sumber Daya
Pengelolaan di TPST Karang Joang memperlihatkan bahwa perubahan sistem dapat menghasilkan dampak yang nyata.
Sampah organik dapat menjadi kompos atau pakan maggot.
Plastik dapat masuk kembali ke rantai daur ulang.
Dan hanya bagian yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi yang seharusnya berakhir sebagai residu.
Pendekatan seperti ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mempertahankan material selama mungkin dalam siklus penggunaan dan mengurangi jumlah yang berakhir sebagai limbah.
Balikpapan Menuju Pengelolaan Sampah dari Sumber
Jika model TPST Karang Joang dapat diperluas dan didukung partisipasi masyarakat, Balikpapan memiliki peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis TPA.
Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas pengolahan tersedia secara merata, sistem pengangkutan mendukung pemilahan, dan hasil pengolahan memiliki pasar atau jalur pemanfaatan yang jelas.
Keberhasilan mengurangi sampah hingga 80 persen menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak harus selalu diselesaikan di ujung.
Semakin banyak sampah yang dipilah dan diolah dari sumbernya, semakin sedikit pula yang harus dibawa dan ditimbun di tempat pemrosesan akhir.
TPST Karang Joang memberi contoh bahwa ketika sampah dikelola dengan benar, sebagian besar material yang sebelumnya dianggap beban justru masih dapat kembali memiliki manfaat.




