Kemenhut tindak lanjuti putusan pengadilan, 600 hektare areal perambahan di TN Berbak Sembilang mulai dipulihkan dari sawit ilegal

Pulihkan Fungsi Ekologis: Kemenhut Eksekusi 600 Hektare Lahan Sawit Ilegal di TN Berbak Sembilang
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan secara resmi menertibkan areal perambahan liar di Resor Sungai Rambut, Kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Provinsi Jambi. Langkah tegas ini merupakan bentuk tindak lanjut atas Putusan Pengadilan Negeri Muara Sabak terkait kasus perambahan kawasan konservasi.
Melalui putusan hukum tersebut, seluruh areal yang menjadi barang bukti dikembalikan kepada negara untuk dikuasai ulang dan dipulihkan secara penuh oleh Balai TNBS bersama Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera.
Detail Kerusakan Kawasan Konservasi
Dari total wilayah yang dieksekusi, tim gabungan menemukan kerusakan ekosistem yang cukup masif akibat aktivitas ilegal:
- Total Areal Terperosok: 600 hektare kawasan konservasi telah dirambah secara ilegal.
- Alih Fungsi Lahan: Sekitar 200 hektare di antaranya telah ditanami kelapa sawit secara ilegal.
- Kerusakan Hidrologi: Ditemukan pembuatan kanalisasi buatan sepanjang 16 kilometer yang berisiko mengeringkan lahan basah alami taman nasional.
Strategi Pemulihan Ekosistem Bertahap
Untuk mengembalikan fungsi asli Taman Nasional Berbak Sembilang, Kemenhut menerapkan empat langkah pemulihan ekologis secara simultan:
Rencana Aksi Pemulihan TNBS
1.Eradikasi Sawit Ilegal:Tahap Awal.
Melakukan pembersihan total terhadap tanaman kelapa sawit ilegal yang telanjur ditanam di atas lahan seluas 200 hektare.
2.Restorasi Hidrologi Gambut:Penanganan Kanal.
Menutup dan memulihkan jaringan kanal sepanjang 16 km untuk menjaga kelembapan tanah dan mencegah kebakaran hutan di area bekas rambahan.
3.Revegetasi Spesies Asli:Penyembuhan Ekosistem.
Menanam kembali vegetasi atau pohon-pohon endemik asli TN Berbak Sembilang guna memulihkan tutupan hutan alami.
4.Penguatan Pengawasan Berbasis Masyarakat:Jangka Panjang.
Membangun sistem patroli dan pengawasan kolaboratif bersama masyarakat sekitar guna mencegah terjadinya perambahan berulang di masa depan.
Mengapa Pemulihan Ini Krusial?
Taman Nasional Berbak Sembilang merupakan salah satu bentang alam lahan basah dan hutan rawa gambut terpenting di Sumatra. Kemenhut menegaskan bahwa pengembalian fungsi kawasan ini sangat vital karena TNBS berperan sebagai:
- Habitat Alami Satwa: Menyediakan ruang hidup aman bagi berbagai satwa dilindungi (termasuk Harimau Sumatra dan berbagai spesies burung migran).
- Pengatur Hidrologi: Menjadi penjaga cadangan air dan pencegah banjir bagi wilayah sekitarnya.
- Penyimpan Karbon Global: Lahan gambut di TNBS berfungsi sebagai carbon sink (penyerap karbon) raksasa untuk menekan dampak perubahan iklim.
- Benteng Ekologis: Menjadi penyangga utama keselamatan lingkungan hidup di wilayah Jambi dan sekitarnya.
sumber:
https://www.instagram.com/p/DaAEEHmGEQ4/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




