Kakek ini rela disebut gila karena menghabiskan hidupnya untuk menanam pohon

Ketika orang lain melihat bukit gersang, Mbah Sadiman melihat sesuatu yang berbeda: sebuah kawasan yang masih mungkin diselamatkan. Ia menanam pohon ketika belum ada yang menjanjikan penghargaan, ketika manfaatnya belum terlihat, bahkan ketika sebagian orang menganggap apa yang dilakukannya sebagai pekerjaan sia-sia. Puluhan tahun kemudian, bukit yang dahulu rusak kembali menghijau dan sumber air memberikan manfaat bagi ribuan warga.
Namanya Sadiman. Masyarakat kemudian mengenalnya sebagai Mbah Sadiman, seorang warga Dusun Dali, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kisahnya menjadi terkenal bukan karena ia memiliki kekayaan besar atau memimpin organisasi lingkungan dengan anggaran miliaran rupiah.
Ia dikenal karena melakukan sesuatu yang sangat sederhana secara terus-menerus:
menanam pohon.
Satu pohon.
Kemudian pohon berikutnya.




