Labi-Labi, Kura-Kura Bertempurung Lunak yang Mampu Menyerap Oksigen dari Air

Sekilas menyerupai kura-kura biasa, tetapi labi-labi memiliki bentuk tubuh dan kemampuan adaptasi yang berbeda. Tempurungnya tidak keras, kulitnya terasa licin, dan hewan air tawar ini bahkan mampu mengambil sebagian oksigen langsung dari air tanpa harus selalu muncul ke permukaan.
Tempurung Lunak yang Menjadi Ciri Khas
Labi-labi atau bulus merupakan reptil air tawar dari famili Trionychidae. Berbeda dengan kura-kura bercangkang keras, bagian punggung labi-labi tidak dilapisi kepingan zat tanduk yang kaku. Tempurungnya tersusun dari tulang yang dilapisi jaringan kulit tebal dan lentur, sehingga permukaannya terasa lebih lunak dan licin.
Bentuk tubuhnya cenderung pipih dan oval dengan bagian tepi tempurung yang fleksibel. Adaptasi ini mendukung kehidupannya di lingkungan perairan, terutama sungai, rawa, dan danau berlumpur. Labi-labi juga memiliki moncong panjang dengan lubang hidung di bagian ujung yang memudahkannya mengambil udara ketika sebagian besar tubuhnya tetap berada di dalam air.
Benarkah Labi-Labi Bernapas Menggunakan Anus?
Salah satu fakta yang sering membuat orang penasaran adalah kemampuan beberapa jenis kura-kura air untuk menyerap oksigen melalui bagian kloaka, yaitu saluran tempat bermuaranya sistem pencernaan, ekskresi, dan reproduksi.
Namun, ada hal menarik yang perlu diluruskan: labi-labi tidak dikenal bernapas melalui anus seperti yang sering disebut dalam video populer. Penelitian terhadap labi-labi Asia (Amyda cartilaginea) menunjukkan bahwa hewan ini dapat mengambil oksigen dari air melalui permukaan kulit dan lapisan rongga mulut serta tenggorokan. Proses penyerapan oksigen melalui rongga mulut dan tenggorokan disebut buccopharyngeal respiration.
Pada bagian tersebut terdapat jaringan dengan banyak pembuluh darah yang membantu pertukaran gas. Air dialirkan melalui rongga tenggorokan sehingga sebagian oksigen dapat diserap ke dalam tubuh. Kemampuan ini membuat labi-labi mampu bertahan cukup lama ketika berada di bawah air.
Meski demikian, kemampuan tersebut bukan pengganti paru-paru sepenuhnya. Labi-labi tetap bernapas menggunakan paru-paru dan perlu mengambil udara dari permukaan untuk memenuhi kebutuhan oksigennya.
Tubuh yang Dirancang untuk Kehidupan di Air
Selain kemampuan menyerap oksigen dari air, labi-labi memiliki sejumlah adaptasi yang mendukung aktivitasnya sebagai penghuni perairan. Tubuhnya yang pipih dan tempurung yang fleksibel membantu pergerakannya di dalam air, sementara moncongnya yang menyerupai tabung kecil memungkinkan hewan ini mengambil udara tanpa harus mengangkat seluruh tubuh ke permukaan.
Labi-labi juga kerap bersembunyi di dasar perairan berlumpur dengan hanya menyisakan bagian kepala di atas permukaan. Kebiasaan ini membantu menyamarkan keberadaannya sekaligus mendukung aktivitas berburu dan menghindari gangguan.
Menjaga Labi-Labi dan Habitat Alaminya
Sebagai bagian dari ekosistem perairan tawar, labi-labi memiliki peran dalam menjaga keseimbangan rantai makanan. Namun, keberadaannya menghadapi berbagai tekanan, mulai dari kerusakan habitat, pencemaran sungai, perubahan kondisi perairan, hingga penangkapan berlebihan.
Menjaga kelestarian labi-labi berarti turut melindungi sungai, rawa, dan danau yang menjadi tempat hidupnya. Kualitas air dan keberadaan habitat alami sangat menentukan kelangsungan hidup berbagai spesies reptil air tawar.
Labi-labi menunjukkan bahwa alam memiliki beragam cara unik untuk membantu makhluk hidup beradaptasi. Kemampuannya menyerap oksigen dari air merupakan salah satu contoh menarik dari evolusi, sekaligus pengingat bahwa ekosistem perairan perlu dijaga agar keanekaragaman hayati di dalamnya tetap bertahan.
Sumber referensi:
- Yayasan IAR Indonesia – 6 Fakta Unik Labi-labi, Kura-kura Cangkang Lunak yang Hidup di Air Tawar
- British Herpetological Society – Aerial and Aquatic Respiration in the Black-rayed Softshell Turtle (Amyda cartilaginea)
- Loyola University – Pharyngeal Breathing in Softshell Turtles
Sumber inspirasi: Video Facebook – Fakta Unik Labi-Labi




