Berita

Pemkot Ambon Andalkan Bank Sampah untuk Menopang Kebersihan Kota dan Pemberdayaan Masyarakat

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memaksimalkan Program Bank Sampah sebagai salah satu langkah utama dalam menjaga kebersihan kota serta memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Program ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah sampah yang terus meningkat, tetapi juga untuk mengubah sampah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

1. Peningkatan Jumlah Bank Sampah

Ambon saat ini memiliki lebih dari tujuh bank sampah, dengan mayoritas berlokasi di Kecamatan Sirimau Batumerah. Bank-bank sampah ini berperan penting dalam mendorong masyarakat untuk lebih sadar dalam mengelola sampah, mengurangi praktik membuang sampah sembarangan, serta mengajarkan pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Nova Risakotta, menjelaskan bahwa tujuan utama dari bank sampah ini adalah untuk membantu mengatasi masalah sampah yang selama ini belum terselesaikan secara optimal.

2. Pemanfaatan Barang Bekas

Bank sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan kota, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat nilai ekonomis dari barang bekas. Melalui program ini, warga diajarkan bahwa sampah dan barang bekas dapat diolah kembali menjadi produk bernilai, sehingga mengurangi jumlah sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Lewat bank sampah, masyarakat dapat melakukan pengolahan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Nova Risakotta.

3. Tantangan Kesadaran Masyarakat

Meskipun Program Bank Sampah berjalan efektif dalam memberdayakan masyarakat, Pemkot Ambon masih menghadapi tantangan terkait perilaku membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan, yaitu antara pukul 22.00 hingga 05.00 WIT. Kebiasaan masyarakat yang sulit disiplin membuang sampah pada jam tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam pengelolaan sampah di kota ini.

Nova Risakotta mengungkapkan bahwa tim pengelolaan sampah sering kewalahan dalam mengeksekusi pengangkutan sampah di lapangan karena masyarakat belum sepenuhnya mematuhi aturan waktu pembuangan sampah.

4. Keterbatasan Fasilitas Pengangkutan Sampah

Dengan volume sampah yang mencapai 246,74 ton per hari, Pemkot Ambon juga menghadapi keterbatasan dalam hal fasilitas pengangkutan sampah. Dari total sampah harian tersebut, hanya sekitar 180 hingga 185 ton yang bisa diangkut ke TPA. Kota Ambon saat ini hanya memiliki 23 truk sampah yang dibagi untuk melayani lima kecamatan, sehingga tidak mampu mengangkut seluruh sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Nova menegaskan bahwa jumlah truk sampah yang terbatas ini membuat pengelolaan sampah di Ambon menjadi belum maksimal. Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mengatasi masalah ini agar sampah dapat diangkut dan dikelola secara lebih efektif.

Program Bank Sampah di Kota Ambon menjadi salah satu solusi penting dalam menjaga kebersihan kota dan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Namun, tantangan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah tepat waktu dan keterbatasan fasilitas pengangkutan sampah perlu segera diatasi agar program ini dapat berjalan lebih maksimal dan berdampak positif bagi lingkungan.

sumber :

https://www.antaranews.com/berita/4355691/pemkot-ambon-andalkan-bank-sampah-topang-kebersihan-kota

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO