Indonesia akan buka 600.000 hektare lahan sawit baru

Indonesia Umumkan Rencana Ekspansi 600.000 Hektare Lahan Sawit Baru
Indonesia berencana melakukan ekspansi besar-besaran dengan membuka 600.000 hektare (Ha) lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit. Rencana ini menandai ekspansi area perkebunan sawit pertama yang diumumkan secara resmi sejak berakhirnya kebijakan moratorium (penghentian sementara) empat tahun lalu.
Tujuan dan Detail Rencana Ekspansi
Langkah strategis ini diumumkan oleh Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, dalam konferensi industri di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (13/11/2025).
| Aspek | Keterangan |
| Total Lahan Baru | 600.000 Hektare |
| Tujuan Utama | Meningkatkan produksi minyak sawit untuk memenuhi perkiraan peningkatan permintaan pangan global dan mencapai swasembada energi domestik. |
| Target Waktu Implementasi | Diperkirakan dilaksanakan selama empat tahun ke depan. |
| Pembagian Lahan | 400.000 Ha (Perkebunan Plasma untuk Petani Kecil) dan 200.000 Ha (Perkebunan Awal untuk Perusahaan Negara). |
| Keterlibatan Swasta | Meskipun 200.000 Ha ditawarkan kepada perusahaan negara, perusahaan swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi. |
Jaminan Pemerintah dan Keraguan Lingkungan
Pemerintah berupaya meyakinkan publik bahwa rencana ekspansi ini tidak akan merusak lingkungan:
- Klaim Pemerintah: Abdul Roni Angkat memastikan bahwa pemerintah tidak akan membuka hutan untuk program 600.000 Ha ini.
- Ketiadaan Detail: Namun, hingga berita ini dirilis, Roni tidak merinci jenis lahan non-hutan apa yang akan digunakan dalam program tersebut (misalnya, lahan gambut yang telah rusak, lahan terdegradasi, atau padang rumput).
Kritikan dari Greenpeace
Kelompok lingkungan Greenpeace secara vokal menyatakan keraguannya terhadap klaim pemerintah. Menurut mereka, terbatasnya ketersediaan lahan yang benar-benar non-hutan yang sesuai untuk perkebunan sawit membuat klaim tersebut sulit dipercaya.
Juru kampanye Greenpeace, Rio Rompas, menyatakan bahwa program ini berpotensi besar menimbulkan dampak negatif:
“Ini akan menyebabkan kerusakan lingkungan, konflik agraria, dan ini bertentangan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi.”
Kritik ini menunjukkan bahwa rencana ekspansi tersebut, meskipun bertujuan meningkatkan produksi, berisiko melanggar komitmen iklim Indonesia dan memicu konflik sosial terkait kepemilikan lahan.
sumber:
https://www.instagram.com/p/DRCjReoj9bm/?igsh=a3J3ZG9iZ2hrdmZ2
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




