Lomba Hari Habitat Tahun 2024: Mendorong Kualitas Permukiman yang Berkelanjutan

Senin, 8 Januari 2024, menjadi momen penting bagi pengelolaan kawasan permukiman di Jawa Tengah dengan dibukanya kegiatan Presentasi Proposal Lomba Hari Habitat Tahun 2024. Acara pembukaan berlangsung di Hotel KHAS Semarang dan merupakan bagian dari rangkaian lomba yang akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 8 hingga 10 Januari 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendorong praktik terbaik dalam peningkatan kualitas permukiman di wilayah perkotaan, dengan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Permukiman yang Berkelanjutan dalam Upaya Mendukung Ekonomi Perkotaan yang Tangguh.”
Pembukaan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Acara presentasi proposal dibuka oleh Arief Djatmiko, selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Arief menekankan pentingnya mengelola kawasan permukiman secara berkelanjutan sebagai upaya mendukung ketahanan ekonomi perkotaan. Permasalahan permukiman kumuh dan keterbatasan infrastruktur dasar di kawasan perkotaan kerap menjadi tantangan utama dalam pengelolaan perkotaan yang inklusif dan tangguh. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi dalam penanganan kawasan permukiman yang lebih baik dan terukur.
Peserta Memaparkan Best Practice Penanganan Permukiman
Pada tahap presentasi proposal, peserta dari kabupaten/kota di Jawa Tengah memaparkan best practice penanganan kawasan permukiman yang telah mereka lakukan. Setiap peserta berbagi pengalaman dan solusi inovatif dalam menangani masalah permukiman kumuh sesuai dengan tema lomba. Selain itu, mereka juga menyajikan gagasan-gagasan baru yang diharapkan dapat mendukung pengurangan kawasan kumuh secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Presentasi ini menjadi ajang penting bagi setiap kabupaten/kota untuk menunjukkan komitmen dan upaya mereka dalam mengatasi permasalahan perkotaan melalui pendekatan yang berfokus pada perbaikan infrastruktur, penyediaan sarana dan prasarana dasar, serta penguatan ekonomi lokal.
Tim Juri Berkompeten Menilai Proposal
Penilaian terhadap proposal peserta dilakukan oleh tujuh juri yang berasal dari berbagai latar belakang, mencakup akademisi, praktisi, dan profesional di bidang permukiman dan tata kota. Para juri tersebut adalah:
- Sunarti (Akademisi dari Teknik PWK Undip dan Ketua Juri dari Forum PKP Jawa Tengah),
- Indriastjario (Akademisi dari Teknik Arsitektur Undip),
- Edi Waluyo (Praktisi dari LSM Yayasan Bintari),
- Djoko Santoso (Perwakilan DPD REI Jawa Tengah),
- Budi Prasetyo Samadikun (Akademisi dari Teknik Lingkungan Undip),
- Griya Rufianne (Urban Specialist dari World Bank), dan
- Effendy Judy Arianto (Perwakilan dari Disperakim Provinsi Jawa Tengah).
Tim juri ini akan menilai proposal berdasarkan berbagai kriteria, seperti kesesuaian dengan tema, dampak sosial, inovasi, serta keberlanjutan dalam penanganan kawasan permukiman. Mereka juga akan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan implementasi gagasan yang disampaikan oleh peserta.
Tahap Selanjutnya: Verifikasi Lapangan dan Penentuan Pemenang
Setelah melalui tahap presentasi proposal, enam nominasi peserta akan dipilih untuk melanjutkan ke tahap verifikasi lapangan. Pada tahap ini, para juri akan meninjau langsung implementasi dari solusi yang dipaparkan oleh masing-masing peserta, untuk menilai sejauh mana inovasi tersebut diterapkan secara nyata dan berdampak positif bagi masyarakat.
Dari hasil verifikasi lapangan, akan dipilih tiga pemenang utama yang berhak mendapatkan penghargaan berupa pembangunan fisik konstruksi prasarana, sarana, dan utilitas umum kawasan permukiman melalui dana APBD Provinsi Jawa Tengah TA 2024. Hadiah ini diharapkan menjadi stimulus bagi kabupaten/kota pemenang untuk semakin memperkuat upaya mereka dalam meningkatkan kualitas permukiman dan mengurangi kawasan kumuh di wilayah masing-masing.
Mendorong Inovasi untuk Masa Depan Perkotaan yang Tangguh
Dengan tema yang diusung dalam Lomba Hari Habitat Tahun 2024 ini, diharapkan peserta dapat mendorong terciptanya inovasi yang berfokus pada peningkatan kualitas permukiman yang tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan ekonomi perkotaan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa perkotaan di Jawa Tengah mampu mengatasi tantangan lingkungan dan sosial yang semakin kompleks seiring dengan laju urbanisasi yang terus meningkat.
Lomba Hari Habitat ini diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta, untuk berkolaborasi dalam menciptakan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh.
Sumber:
https://disperakim.jatengprov.go.id/berita/detail/700
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




