Dokumen

Metode Standar untuk Pendugaan Emisi Gas Rumah Kaca dari Hutan dan Lahan Gambut di Indonesia (Versi 2)

Metode standar ini menjelaskan proses yang digunakan INCAS dalam menentukan kondisi awal yang akan digunakan sebagai input pemodelan emisi dan serapan GRK dari aktivitas di lahan hutan meliputi deforestasi, degradasi hutan, pengelolaan hutan berkelanjutan dan peningkatan stok karbon hutan di Indonesia. Proses ini mencakup penghimpunan data, analisis data, pengendalian mutu dan penjaminan mutu. Dalam pemodelan emisi dan serapan GRK, kondisi awal harus ditetapkan pada setiap kelas biomassa. Kelas biomassa menunjukkan hutan yang memiliki stok karbon awal serupa yang memberikan respon dengan cara yang sama terhadap kejadian-kejadian dalam pengelolaan hutan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stok karbon yang tersimpan dalam biomassa, seperti tipe hutan, jenis tanah, iklim dan sejarah penggunaan lahan. Untuk tujuan pendugaan stok karbon, setiap kelas biomassa harus dikelompokkan dalam kelaskelas yang mampu menjelaskan keragaman stok karbon dengan baik. Keragaman ini perlu diidentifikasi agar dapat dilakukan analisis emisi dan serapan GRK secara lebih rinci. Stratifikasi hutan menjadi kelas-kelas biomassa akan mengurangi keragaman dan ketidakpastian (uncertainty) hasil dugaan stok karbon. Klasifikasi biomassa berdasarkan tipe hutan dan kondisi hutan dimana aktivitas pengelolaan berlangsung dipandang cukup dapat mengurangi keragaman dan ketidakpastian dalam pendugaan tersebut. Potensi kelas biomassa ditentukan berdasarkan tipe dan kondisi hutan, meliputi hutan alam (hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, hutan rawa primer, hutan rawa sekunder, hutan mangrove primer, dan hutan mangrove sekunder) serta hutan tanaman. Kategori hutan tersebut sesuai dengan klasifikasi lahan hutan yang terdapat dalam peta tutupan lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Biomassa merujuk pada semua bahan organik hidup yang berada di atas permukaan tanah dan di bawah permukaan tanah hutan. Biomassa di atas permukaan tanah meliputi pohon-pohon (mencakup semua kelas diameter) dan vegetasi tumbuhan bawah di atas permukaan tanah. Termasuk di dalamnya adalah bagian batang, cabang, kulit kayu dan daun. Biomassa di bawah permukaan tanah meliputi akar-akar kasar dan halus.

sumber :

http://incas.menlhk.go.id/wp-content/uploads/2016/04/INCAS-StandardMethods-Ver2_id_web.pdf

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO