Presentasi

Academic framework of blue carbon ecosystem (bce)

Indonesia memiliki potensi karbon biru yang sangat besar, menjadikannya aktor global penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Ekosistem karbon biru meliputi tiga komponen utama:

  • Terumbu karang: 3,9 juta hektare
  • Mangrove: 3,31 juta hektare
  • Lamun (seagrass): 293.465 hektare

Dengan menyimpan sekitar 17% cadangan karbon biru dunia, Indonesia berada di garis depan dalam kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon global. Potensi ini menjadikan sektor kelautan bagian integral dari strategi nasional menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat.

Integrasi dalam Ekonomi Biru Indonesia

Pengembangan karbon biru di Indonesia merupakan bagian dari kerangka Ekonomi Biru Indonesia, yang mencakup:

  • Konservasi wilayah perairan dan pesisir
  • Penguatan layanan ekosistem
  • Pemanfaatan ekonomi dari cadangan karbon biru

Namun, implementasi di lapangan menghadapi berbagai tantangan struktural dan kelembagaan.

Tantangan Tata Kelola Karbon Biru

  1. Keragaman Rezim Hukum
    • Ekosistem karbon biru diatur oleh berbagai undang-undang dan sektor: kehutanan, kelautan, pesisir, lingkungan hidup, tata ruang, dan otonomi daerah.
    • Hal ini menyebabkan tumpang tindih kewenangan dan kesulitan dalam koordinasi antar lembaga.
  2. Distribusi Kawasan Konservasi
    • 49% mangrove berada di kawasan konservasi darat dan hutan lindung.
    • Hanya 3% berada di kawasan konservasi laut.
    • 34% padang lamun berada di kawasan konservasi laut.
    • Sebagian besar ekosistem lainnya belum terlindungi secara hukum dan terancam oleh tekanan manusia (antropogenik).
  3. Kesenjangan Data dan Kebijakan
    • Belum ada sistem data karbon biru yang komprehensif.
    • Kebijakan karbon biru belum sepenuhnya terintegrasi dalam agenda iklim nasional dan internasional.
  4. Rivalitas Birokrasi
    • Banyaknya kementerian/lembaga yang terlibat menyebabkan persaingan dalam pengelolaan dan alokasi sumber daya karbon biru.

Strategi Penguatan Ekosistem Karbon Biru

Agar pengembangan karbon biru dapat efektif dan berkeadilan, perlu dilakukan langkah-langkah strategis berikut:

  • Pengakuan Ekosistem sebagai Modal Alam Kritis
    Memberi status hukum yang kuat terhadap mangrove, lamun, dan terumbu karang sebagai aset strategis dalam mitigasi iklim.
  • Pengarusutamaan Keadilan Iklim dan Tata Kelola Inklusif
    • Memastikan masyarakat pesisir, masyarakat adat, dan kelompok rentan menjadi aktor utama dalam tata kelola karbon biru.
    • Mendorong struktur tata kelola bersama (co-management) yang berbasis pada modal sosial dan hukum adat.
  • Pendanaan Karbon Biru dan Mobilisasi Investasi
    • Menarik pendanaan dari sektor swasta melalui mekanisme keuangan karbon.
    • Mendorong akuntabilitas negara maju untuk memenuhi komitmen pendanaan iklim bagi negara berkembang.

Kontribusi Akademik: Peran IPB University

IPB University secara aktif mendorong pengembangan sains dan teknologi karbon biru melalui:

  • Riset Ekosistem Karbon Biru
    • Pemantauan sebaran dan kerapatan mangrove dan lamun.
    • Analisis kapasitas serapan karbon dan estimasi nilai ekonominya.
    • Estimasi nilai ekonomi karbon lamun:
      • USD 130 per tCO₂e
      • Potensi nilai total: USD 1,35 miliar
  • Pengembangan Teknologi Pendukung
    • Fire Risk System untuk prediksi kebakaran hutan.
    • Web GIS Near Real-Time untuk pemantauan perubahan tutupan lahan.
    • Aplikasi patroli berbasis seluler untuk pencegahan kebakaran.
  • Pembangunan Hub Pengetahuan Karbon Biru
    • Pengembangan kapasitas nasional dan regional.
    • Kolaborasi riset lintas disiplin dan wilayah.

Penguatan kebijakan dan tata kelola karbon biru di Indonesia bukan hanya soal mitigasi perubahan iklim, tapi juga langkah strategis menuju pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan sosial dan ekologis. Keberhasilan agenda ini sangat bergantung pada:

  • Kepemimpinan lintas sektor,
  • Komitmen pendanaan iklim,
  • Partisipasi aktif masyarakat lokal,
  • Dan peran dunia akademik dalam mendukung keputusan berbasis sains.

sumber:

https://www.linkedin.com/posts/zonaebt_blue-carbon-ecosytems-activity-7328615110237659137-BUyU?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO