Analisis dinamika sosio-demografi sebagai acuan untuk mewujudkan rencana pemindahan ibukota negara yang smart, green, beautiful, dan sustainable

Paradigma baru yang sedang berkembang dalam pembangunan perkotaan yaitu perkotaan
yang tumbuh dan berkembang atas kesadaran sosial akan konsekuensi dari pertumbuhan kota
yang tidak terkendali, sehingga membuahkan pemikiran kebutuhan akan pembangunan
berkelanjutan. Pengertian pembangunan berkelanjutan, tidak terlepas dengan penyelenggaraan
KTT Rio+20 yang menghasilkan sebuah dokumen yang menjadi arahan bagi pelaksanaan
pembangunan berkelanjutan di tingkat global, regional, dan nasional yang terkenal dengan “The
Future We Want”. Dokumen tersebut memuat kesepahaman pandangan bersama terhadap masa
depan yang diharapkan oleh dunia (common vision) dan penguatan komitmen politik untuk menuju
pembangunan berkelanjutan (renewing political commitment).
Kementerian PPN/Bappenas mengajak semua pihak untuk turut aktif menyuarakan,
melakukan upaya-upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs). Bagi
pemerintah Indonesia, komitmen pembangunan berkelanjutan juga diperuntukkan bagi
perencanaan pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia. Bagaimanapun juga IKN harus hadir
sekaligus ditargetkan untuk memenuhi kaidah “Kota dengan Komunitas yang Berkelanjutan”
(sustainable cities and communities) sebagaimana yang dicantumkan pada Target 11 dari 17 tujuan
pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Secara khusus target 11 yang
memuat tentang Kota dan Permukiman yang berkelanjutan harus mengilhami pembangunan
IKN-Nusantara yang menghadirkan Kota dan Permukiman Inklusif, Aman, Tangguh dan
Berkelanjutan.
Secara perencanaan cita-cita pembangunan IKN dimaksudkan untuk menghadirkan
sebuah kota modern yang digerakkan 100 persen energi terbarukan; pengelolaan pembuangan
limbah cair, sampah rumah tangga dan sampah industri yang baik dan aman; meminimalkan
pencemaran air, tanah dan udara, termasuk membangun jalan-jalan yang dipenuhi pohon rindang
dan ruang istirahat para pelaku, dan bangunannya ramah lingkungan serta tahan gempa. Oleh
karena itu IKN bukan hanya tempat bekerja, tetapi tempat yang aman dan nyaman untuk hidup,
sehingga menghadirkan sebuah kota dengan indeks kebahagiaan tertinggi di dunia. Paling tidak
ada enam prinsip yang penting diperhatikan, yaitu: (1) memastikan akses terhadap perumahan
dan pelayanan dasar yang layak, aman dan terjangkau; (2) menyediakan akses terhadap sistem
transportasi yang aman, terjangkau dan berkelanjutan bagi semua; (3) meningkatkan urbanisasi
yang inklusif dan berkelanjutan; (4) menguatkan upaya melindungi dan menjaga warisan budaya
dan alam dunia; (5) mengurangi dampak buruk lingkungan di perkotaan dengan memberikan
perhatian khusus kepada kualitas udara dan manajemen limbah lainnya; dan (6) menyediakan
akses universal terhadap ruang-ruang publik yang aman, inklusif, mudah diakses dan berwawasan
lingkungan. Diutamakan bagi perempuan dan anak-anak, lanjut usia dan orang dengan disabilitas
(Kementerian PPN/Bappenas, 2020).
sumber :
https://workingpapers.bappenas.go.id/index.php/bwp/article/view/122
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




