Berita

Balkon Kini Bisa Jadi “Pembangkit Listrik Mini”, California Legalkan Sistem Solar Plug-In

California mengambil langkah baru dalam memperluas akses energi surya dengan mengizinkan penggunaan plug-in balcony solar, yaitu sistem panel surya berukuran kecil yang dapat dipasang di balkon dan dihubungkan langsung ke sistem listrik rumah melalui stopkontak tertentu.

Kebijakan ini membuka peluang bagi kelompok yang selama ini sulit menikmati manfaat energi surya, terutama penghuni apartemen dan penyewa rumah yang tidak memiliki akses untuk memasang panel surya di atap.

Berbeda dengan PLTS atap konvensional, sistem balkon surya memiliki kapasitas lebih kecil dan proses pemasangan yang lebih sederhana. Pengguna tidak perlu melalui proses interkoneksi utilitas yang kompleks seperti pada instalasi panel surya skala rumah penuh.

Konsep ini sebelumnya telah berkembang cukup luas di negara-negara seperti Jerman. Kini, model serupa mulai mendapat perhatian di sejumlah wilayah Amerika Serikat.

Meski kapasitas listrik yang dihasilkan relatif kecil, sistem ini tetap dapat membantu mengurangi konsumsi listrik dari jaringan, terutama pada siang hari ketika intensitas matahari tinggi dan penggunaan pendingin udara juga meningkat.

Keuntungan lainnya adalah listrik dihasilkan sangat dekat dengan lokasi pemakaian. Pendekatan ini dapat membantu mengurangi beban jaringan listrik, khususnya pada periode permintaan tinggi.

Dari sisi biaya, sistem plug-in solar juga relatif lebih terjangkau dibandingkan instalasi PLTS atap penuh. Beberapa sistem dapat dibeli dengan harga beberapa ratus dolar AS, dan estimasi waktu pengembalian investasi melalui penghematan tagihan listrik disebut dapat berada di kisaran sekitar empat tahun, tergantung kondisi rumah dan harga listrik setempat.

Namun, manfaat ekonominya tetap bergantung pada beberapa faktor, seperti harga perangkat, tarif listrik, intensitas matahari, kondisi hunian, serta adanya insentif atau subsidi pemerintah.

Membuka Akses Energi Surya bagi Penghuni Apartemen

Salah satu nilai penting dari kebijakan ini adalah aspek inklusivitas.

Selama ini, teknologi PLTS atap lebih mudah diakses pemilik rumah yang memiliki atap sendiri dan kemampuan finansial untuk melakukan investasi awal. Penghuni apartemen, penyewa, atau masyarakat yang tinggal di bangunan bertingkat memiliki pilihan yang jauh lebih terbatas.

Balkon surya berpotensi mengubah keadaan tersebut.

Panel dapat ditempatkan di balkon, dinding tertentu, atau area lain yang mendapat sinar matahari. Listrik yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan listrik rumah tangga.

Model ini menunjukkan bahwa desentralisasi energi tidak selalu membutuhkan pembangkit berukuran besar.

Ribuan atau bahkan jutaan sistem kecil yang tersebar di rumah dan apartemen dapat secara kolektif memberikan tambahan kapasitas energi terbarukan.

Dari Konsumen Menjadi Produsen Energi

Perkembangan balkon surya juga memperkuat konsep prosumer, yaitu masyarakat yang tidak hanya menjadi konsumen listrik tetapi sekaligus menghasilkan sebagian energinya sendiri.

Ketika semakin banyak rumah tangga memproduksi listrik, sistem energi menjadi lebih terdistribusi.

Pada masa depan, model seperti ini bahkan dapat berkembang lebih jauh ketika dikombinasikan dengan baterai rumah tangga, kendaraan listrik, dan sistem manajemen energi pintar.

Energi yang diproduksi ketika matahari bersinar dapat digunakan langsung, disimpan, atau diarahkan ke perangkat tertentu ketika listrik tersedia dalam jumlah besar.

Apakah Bisa Diterapkan di Indonesia?

Konsep balkon surya menarik untuk dipertimbangkan di Indonesia, terutama karena pertumbuhan apartemen dan hunian vertikal di kota-kota besar.

Indonesia juga memiliki potensi energi matahari yang tinggi sepanjang tahun. Namun, penerapannya membutuhkan regulasi teknis yang jelas, khususnya terkait keamanan listrik, standar inverter, proteksi jaringan, sertifikasi perangkat, serta mekanisme koneksi dengan instalasi bangunan.

Tanpa standar tersebut, sistem plug-in yang dipasang secara sembarangan justru berpotensi menimbulkan risiko keselamatan.

Karena itu, pengalaman California dapat menjadi contoh menarik mengenai bagaimana regulasi dapat berkembang mengikuti inovasi teknologi energi.

Transisi energi tidak selalu harus dimulai dari pembangkit raksasa. Kadang-kadang, perubahan bisa dimulai dari sebuah panel kecil yang menggantung di balkon apartemen.

Jika teknologi semakin murah dan regulasi semakin mendukung, balkon, dinding, dan berbagai ruang kecil di perkotaan dapat berubah menjadi bagian dari jaringan pembangkit energi terdistribusi.

Pada akhirnya, masa depan energi bersih bukan hanya tentang membangun pembangkit yang lebih besar, tetapi juga memberikan kesempatan kepada lebih banyak orang untuk menghasilkan energinya sendiri.

Sumber: illuminem — California just made it legal to turn balconies into tiny power plants
https://illuminem.com/illuminemvoices/summary-california-just-made-it-legal-to-turn-balconies-into-tiny-power-plants

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO