Banjarmasin Raya Siap Ubah Sampah Jadi Listrik: Kolaborasi Tiga Daerah Menuju Energi Masa Depan

Upaya mengatasi persoalan sampah kini memasuki babak baru. Banjarmasin menggandeng dua wilayah tetangga, yakni Kabupaten Banjar dan Barito Kuala, untuk mewujudkan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui konsep waste to energy.
Kolaborasi ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret yang telah dibahas langsung oleh para kepala daerah. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, bersama Bupati Banjar, Saidi Mansyur, dan Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, telah melakukan pertemuan strategis sebagai tindak lanjut penetapan kawasan “Banjarmasin Raya” sebagai salah satu pilot project nasional.
Penetapan ini merupakan hasil dari rapat koordinasi percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi listrik yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan, didampingi Hanif Faisol Nurofiq, pada 31 Maret 2026 di Jakarta.
Dari Beban Menjadi Sumber Energi
Selama ini, sampah identik dengan masalah—menumpuk, mencemari lingkungan, dan membebani pemerintah daerah. Namun melalui pendekatan baru ini, paradigma tersebut mulai diubah: sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber energi sekaligus peluang ekonomi.
Langkah ini menjadi semakin relevan mengingat total timbunan sampah di tiga wilayah tersebut mencapai sekitar 678 ton per hari. Dengan jumlah sebesar itu, solusi konvensional jelas tidak lagi memadai.
Melalui sistem pengolahan terpadu, sampah akan diolah menjadi energi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat. Ini menjadi solusi ganda: mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.
Empat Lokasi Strategis Disiapkan
Sebagai bagian dari tahap awal, pemerintah daerah telah mengajukan empat opsi lokasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk pembangunan fasilitas pengolahan, yaitu:
- TPAS Tabing Rimbah (Barito Kuala)
- TPAS Basirih (Banjarmasin)
- Sekitar Terminal Gambut Barakat
- Area belakang RSJ Sambang Lihum (Kabupaten Banjar)
Seluruh lokasi ini akan melalui kajian teknis mendalam sebelum ditentukan sebagai titik implementasi utama.
Sinergi Regional sebagai Kunci
Kolaborasi lintas daerah ini menjadi poin penting dalam keberhasilan program. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, sehingga pendekatan regional dinilai lebih efektif dibandingkan berjalan sendiri-sendiri.
Selain itu, sinergi ini juga mendukung gerakan lingkungan nasional menuju Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Menuju Masa Depan yang Lebih Bersih dan Mandiri
Program waste to energy di Banjarmasin Raya bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang perubahan cara pandang. Dari yang sebelumnya fokus pada pembuangan, kini bergeser ke pemanfaatan.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada:
- Kesiapan teknis dan infrastruktur
- Dukungan anggaran
- Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah
- Konsistensi kebijakan dari pusat hingga daerah
Jika berjalan sesuai rencana, langkah ini bisa menjadi model nasional dalam penanganan sampah berbasis energi.
Karena pada akhirnya, masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sampah yang dihasilkan, tetapi oleh bagaimana sampah itu dikelola—apakah menjadi masalah, atau justru menjadi sumber energi bagi kehidupan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




