Rancang PARANI dalam Waktu 4 bulan, 3 mahasiswa ITB raih juara 1 Agritonic Nasional

Mahasiswa ITB Rancang “PARANI”, Solusi Pertanian Berbasis Data, Raih Juara 1 Nasional
Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Tim SPPG No. 67 Coblong sukses menciptakan PARANI (Pertanian Adaptif Berbasis Data untuk Keputusan Tani).
Hanya dalam waktu 4 bulan pengembangan, inovasi ini berhasil menyabet Juara 1 sekaligus penghargaan Best Presentation pada ajang kompetisi ilmiah Agritonic 1.0 di IPB University (dilaporkan resmi oleh ITB pada Rabu, 3/6/2026).
Latar Belakang & Masalah
Inovasi ini lahir dari keresahan nyata para mahasiswa terhadap tantangan ketahanan pangan nasional. Saat ini, para petani lokal sangat rentan terdampak oleh meningkatnya ketidakpastian kondisi cuaca dan perubahan iklim ekstrem.
Bagaimana Cara Kerja PARANI?
Meskipun pengembangnya berasal dari latar belakang ilmu Fisika dan Meteorologi, mereka merancang PARANI secara presisi dengan menggabungkan tiga teknologi utama:
- Internet of Things (IoT): Sensor yang dipasang di lahan untuk mengumpulkan data cuaca, kondisi tanah, dan irigasi secara waktu nyata (real-time).
- Machine Learning (AI): Algoritma pintar yang menganalisis data mentah dari lapangan.
- Sistem Pendukung Keputusan (DSS): Output akhir yang mengubah analisis data menjadi panduan praktis yang mudah dipahami petani.
Manfaat Langsung untuk Petani: PARANI tidak hanya menyajikan data mentah, tetapi langsung memberikan rekomendasi operasional harian serta kalender tanam jangka panjang. Petani bisa tahu persis kapan harus menyiram, memupuk, atau menanam secara adaptif.
Kunci Sukses: Riset Berbasis Realita
Hal yang membuat inovasi ini unggul adalah pendekatan humanisnya. Ketiga mahasiswa ini memilih untuk terjun langsung mewawancarai para petani di lapangan. Langkah ini memastikan bahwa fitur-fitur di dalam PARANI benar-benar menjawab kendala nyata yang dihadapi petani, bukan sekadar asumsi di laboratorium.
Tim ITB berharap PARANI tidak berhenti sebagai purwarupa (prototype) perlombaan saja. Mereka menargetkan implementasi skala luas melalui kolaborasi lintas sektor (pemerintah, swasta, dan komunitas tani) untuk membuktikan bahwa kolaborasi sains dan teknologi bisa menjadi pilar ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




