
Proyek Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan Senilai Rp155 Miliar Didukung Jeju dan KOICA
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sedang memantapkan langkahnya menuju pembangunan kota percontohan pengelolaan sampah berbasis teknologi modern. Hal ini ditandai dengan kunjungan strategis dari delegasi Jeju (Korea Selatan), KOICA (Korea International Cooperation Agency) Indonesia Office, dan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Selasa, 3 November 2025, di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut intensif dari pertemuan sebelumnya, dengan fokus pada finalisasi rencana implementasi proyek pengelolaan sampah ramah lingkungan yang ambisius.
Dana Hibah dan Target Proyek
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi lingkungan Bontang, didukung oleh pendanaan dan transfer teknologi internasional:
- Nilai Proyek: Proyek ini mendapat dukungan hibah sebesar USD 9,3 Juta (sekitar Rp155,9 Miliar).
- Tujuan Utama: Menjadikan Bontang sebagai model atau percontohan nasional, bahkan internasional, dalam pengelolaan sampah modern berbasis teknologi.
- Fokus: Melakukan pre-feasibility survey dan merumuskan langkah konkret tahap implementasi.
Penegasan Komitmen Wali Kota Neni Moerniaeni
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang menyambut langsung Mr. Oh Gyun Kang, Mr. Geun Sik Jeong, dan Mr. Ui Cheol Shin dari delegasi Korea Selatan, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk kepercayaan global terhadap komitmen Bontang:
“Kerja sama ini adalah bentuk kepercayaan dunia terhadap komitmen Bontang dalam membangun kota hijau dan berkelanjutan. Kami ingin Bontang menjadi model nasional pengelolaan sampah berbasis teknologi.”
Urgensi dan Manfaat Proyek Strategis
Pengelolaan sampah berbasis teknologi ini menjadi sangat mendesak dan strategis mengingat kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) eksisting:
| Urgensi / Manfaat | Keterangan |
| Batas Usia TPA | Usia TPA Bontang Lestari diperkirakan hanya tersisa 3 hingga 4 tahun lagi. |
| Regulasi Pemerintah | Mulai tahun 2030, daerah tidak lagi diizinkan memperluas lahan TPA, sehingga inovasi teknologi menjadi kunci keberlanjutan. |
| Model Nasional | Proyek ini akan menjadi model nasional pengolahan sampah menjadi energi terbarukan. |
| Dampak Global | Mendukung agenda global dalam menekan emisi karbon dan mewujudkan pembangunan rendah emisi. |
| Gerakan Hulu | Pengelolaan sampah akan diperkuat mulai dari sumbernya (pemilahan di masyarakat). |
Proyeksi Masa Depan Bontang
Melalui sinergi antara Pemkot Bontang, KOICA, dan Provinsi Jeju, Bontang diharapkan mencapai target lingkungan yang ambisius:
- Transformasi Lingkungan: Menjadi kota yang mengedepankan ekonomi hijau dan kota berkelanjutan.
- Target Zero Waste: Bontang bertekad mencapai status “Zero Waste 2029” (Kota Bebas Sampah 2029).
Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi teknis yang intensif antara pihak-pihak terkait, merumuskan langkah konkret mulai dari pemetaan kebutuhan infrastruktur hingga proses transfer teknologi dari Korea Selatan ke Bontang.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




