Berita

Perubahan iklim berdampak besar terhadap anak dengan disabilitas dan kusta di Indonesia

Dampak Perubahan Iklim yang Tak Proporsional pada Anak dengan Disabilitas dan Kusta di Indonesia

Indonesia, sebagai negara kepulauan yang sangat rentan, menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengkhawatirkan. Laporan UNESCO melalui program MOST (Management of Social Transformation) menempatkan Indonesia pada ‘Coast at Risk Index’ yang tinggi, diperparah dengan proyeksi kenaikan permukaan laut yang dapat mencapai 80 cm pada akhir abad ini.

Kondisi ini menciptakan kerentanan berlapis, di mana kelompok marginal—khususnya anak dan remaja dengan disabilitas serta yang mengalami kusta—terdampak secara tidak proporsional dari sisi keselamatan, kesehatan, dan penghidupan.

Riset Advokasi: Suara Kelompok Rentan yang Hilang

Isu krusial ini menjadi fokus utama dalam diseminasi hasil riset “Dampak Perubahan Iklim terhadap Anak dan Remaja dengan Disabilitas dan Kusta di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan NLR Indonesia, pada 12 Juni 2025.

Tujuan Riset:

Riset ini bertujuan mengisi kekosongan data dan advokasi, mengingat minimnya perhatian terhadap penyandang disabilitas dan orang yang mengalami kusta dalam dokumen-dokumen strategi perubahan iklim nasional maupun daerah.

Lokasi Studi Kasus yang Kompleks:

Penelitian dilakukan di dua wilayah yang merepresentasikan kompleksitas risiko iklim di Indonesia:

  1. Kota Ternate (Maluku Utara): Menghadapi risiko bencana hidrometeorologi dan pesisir.
  2. Kabupaten Timor Tengah Utara (NTT): Menghadapi ancaman kekeringan dan curah hujan ekstrem.

Dimensi Dampak: Fisik, Sosial, dan Sistemik

Ketua Tim Riset UII, Ikrom Mustofa, memaparkan bahwa dampak perubahan iklim pada anak dan remaja disabilitas, khususnya yang mengalami kusta, memiliki dimensi ganda:

Dimensi DampakPenjelasan Detail
Fisik dan AksesMengalami hambatan akses informasi iklim, peringatan dini bencana, dan layanan kebencanaan. Kerentanan fisik diperparah oleh infrastruktur yang tidak inklusif.
Sosial dan PsikologisDihadapkan pada stigma sosial berlapis (disabilitas dan kusta) yang membuat mereka terisolasi dan luput dari bantuan atau program adaptasi.
Kegagalan SistemikAnak-anak dan remaja ini, meskipun memiliki semangat tinggi untuk terlibat (misalnya menanam pohon atau membersihkan lingkungan), tidak pernah diajak atau diberi ruang partisipasi dalam aksi iklim.

“Anak dan remaja dengan disabilitas, terutama yang mengalami kusta, berada dalam posisi yang sangat rentan. Mereka bukan hanya mengalami hambatan akses, tetapi juga dihadapkan pada stigma sosial yang berlapis,” jelas Ikrom Mustofa.

Luaran Riset dan Langkah Advokasi

Riset ini menghasilkan sejumlah luaran berbasis bukti yang dirancang untuk langsung diadopsi oleh pemangku kepentingan:

  • Laporan hasil penelitian komprehensif.
  • Peta kerentanan wilayah spesifik di Ternate dan TTU.
  • Profil komunitas kelompok rentan.
  • Rekomendasi aksi nyata untuk pengembangan kebijakan yang lebih inklusif.

Untuk memperkuat implementasi temuan, UII dan NLR Indonesia menandatangani “Implementation Agreement”. Perjanjian ini fokus pada:

  1. Riset terapan lanjutan.
  2. Peningkatan kapasitas komunitas lokal.
  3. Advokasi kebijakan berbasis keadilan iklim.

Tantangan Kebijakan dan Perlunya Inklusi Sosial

Kajian sebelumnya oleh UNESCO, LIPI, UI, dan UGM pada tahun 2017 telah menggarisbawahi perlunya desain kebijakan adaptasi perubahan iklim yang lebih inklusif, terutama untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) pemerintah dinilai masih terlalu fokus pada aspek fisik dan teknis, dengan minim perhatian terhadap dimensi sosial-budaya dan pengalaman hidup kelompok rentan.

Integrasi perspektif inklusi sosial dan perlindungan kelompok marginal (seperti anak dan remaja dengan disabilitas dan kusta) adalah kunci untuk merumuskan kebijakan iklim yang berkeadilan di Indonesia. Kebijakan harus tidak hanya berbasis proyeksi ilmiah, tetapi juga mendengarkan dan melibatkan suara mereka yang paling terdampak.

sumber:

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO