BRIN dukung hilirisasi teknologi gasifikasi biomassa untuk energi bersih

BRIN dan Comestoarra Kembangkan “Mini Gasifier”: Solusi Energi Bersih untuk Wilayah Terpencil
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Comestoarra Bentarra Noesantarra (Comestoarra) untuk mempercepat hilirisasi teknologi energi terbarukan. Kerja sama ini berfokus pada verifikasi, validasi, dan penyempurnaan teknologi mini gasifier agar memenuhi standar teknis industri dan siap diaplikasikan secara massal di sektor energi nasional.
Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Bahan Bakar BRIN, Jan Setiawan, dan Pimpinan Comestoarra, Arief Noerhidayat, pada Jumat (12/6). Langkah ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya pada 3 Oktober 2025 terkait riset teknologi informasi, energi baru terbarukan (EBT), dan konversi sampah menjadi energi.
Apa itu Teknologi Mini Gasifier?
Teknologi mini gasifier adalah sistem pembangkit energi skala kecil yang mengubah pelet biomassa (seperti limbah organik dan residu kayu) menjadi gas terbakar untuk menghasilkan energi listrik.
Sebelumnya, Comestoarra telah sukses mengembangkan Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS), sebuah inovasi yang mengubah sampah organik menjadi pelet bahan bakar. Pelet hasil TOSS inilah yang kini dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk menggerakkan mesin mini gasifier.
3 Keunggulan Utama Mini Gasifier Terintegrasi
Teknologi yang disempurnakan oleh BRIN dan Comestoarra ini memiliki nilai tambah yang membedakannya dari teknologi gasifikasi konvensional:
- Sistem Energi Hibrida (Hybrid): Sistem ini tidak hanya mengandalkan biomassa, tetapi sudah diintegrasikan dengan panel surya (PLTS) dan sistem penyimpanan energi baterai. Kombinasi ini menjamin pasokan listrik yang lebih stabil, efisien, dan andal.
- Desain Portabel: Bentuknya yang ringkas dan mudah dipindahkan membuatnya sangat fleksibel untuk ditempatkan di berbagai lokasi.
- Multifungsi: Selain memproduksi listrik, gas yang dihasilkan sistem ini juga berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti LPG untuk kebutuhan memasak masyarakat.
Solusi Tepat untuk Program De-dieselisasi
Pengembangan mini gasifier ini dinilai sangat relevan dengan program de-dieselisasi pemerintah—yaitu upaya mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbahan bakar minyak (BBM) yang berbiaya mahal dan polutif.
Teknologi ini diproyeksikan menjadi alternatif penyediaan energi skala komunal terbaik untuk wilayah 3T (Terpencil, Terluar, dan Kepulauan) yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan listrik utama nasional.
Dukungan Para Tokoh & Instansi:
Jan Setiawan (BRIN): “BRIN memberikan dukungan ilmiah dan teknis agar inovasi ini menjadi produk nasional yang andal, bernilai tambah ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Milton Pakpahan (Ketua Umum MEBI): Menilai konsep hibrida biomassa-surya ini sangat ideal sebagai solusi energi mandiri bagi komunitas di wilayah kepulauan.
Unggul Priyanto (Anggota DEN): Mengapresiasi keunggulan desain portabelnya yang multifungsi, baik untuk listrik maupun subtitusi LPG.
Senda Hurmuzan Kanam (Ditjen EBTKE): Menyatakan bahwa pemanfaatan residu biomassa ini sejalan dengan target pemerintah dalam meningkatkan bauran EBT sekaligus menyelesaikan masalah pengelolaan sampah.
Menjawab Dua Tantangan Sekaligus
Melalui sinergi antara lembaga riset, pelaku usaha, dan pemerintah, proyek ini diharapkan mampu menyelesaikan dua masalah nasional dalam satu langkah: menyediakan akses energi bersih yang merata dan mengatasi persoalan sampah/limbah organik secara berkelanjutan.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




