BRIN Siap Dampingi Industri dalam Riset Pengurangan Emisi Karbon

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk mendukung sektor industri dalam mencapai target pengurangan emisi karbon. Dukungan tersebut dilakukan melalui riset terapan, pendampingan industri, penerapan target iklim berbasis sains, serta sinergi kebijakan fiskal.
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Maxensius Tri Sambodo, menyampaikan bahwa BRIN memiliki kemampuan riset lintas disiplin yang melibatkan peneliti, pelaku usaha, dan masyarakat. “Pendekatan ini memastikan hasil penelitian benar-benar relevan dan berdampak bagi upaya dekarbonisasi sektor industri,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/10).
Sambodo menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan konkret BRIN adalah mendorong pemanfaatan insentif super tax deduction bagi perusahaan yang melakukan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di bidang teknologi rendah karbon.
“Perusahaan bisa mendapatkan potongan pajak signifikan jika melakukan riset bersama BRIN. Ini win-win solution: riset berjalan, emisi berkurang, dan insentif fiskal bisa dimanfaatkan,” tuturnya.
Namun, ia menyoroti bahwa tingkat keberhasilan pengajuan insentif tersebut masih rendah akibat kendala administratif dan ketidaksesuaian standar keuangan riset. Untuk itu, BRIN siap menjadi mitra strategis industri melalui pendampingan teknis, mentoring, dan penguatan kapasitas riset menuju transformasi hijau.
“BRIN tidak hanya menyediakan peneliti dan teknologi, tetapi juga menjadi jembatan antara riset dan bisnis. Melalui kolaborasi riset, kita dapat mempercepat implementasi inovasi pengurangan emisi karbon sekaligus mendorong ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Amanda Skeldon, Building Engagement Specialist dari Science Based Target Initiative (SBTi), mengajak seluruh pelaku usaha untuk memperkuat aksi iklim dengan pendekatan berbasis sains. Ia menjelaskan bahwa SBTi terus memperbarui standar dan panduan agar tetap ilmiah serta relevan dengan berbagai sektor industri di Asia Tenggara.
Menurut Amanda, keberhasilan menuju Net-Zero Emission (NZE) tidak hanya bergantung pada komitmen perusahaan besar, tetapi juga pada kemampuan seluruh ekosistem bisnis — termasuk UKM dan pemasok — untuk bertransformasi bersama.
“Proses ini memang lebih mudah bagi perusahaan besar, tetapi tantangan sebenarnya ada pada kolaborasi dengan para pemasok di sepanjang rantai pasok,” ujarnya.
Sumber: Antara News – BRIN siap dampingi industri dalam riset pengurangan emisi karbon
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




