Tahukah Anda

Carbon Credit Bukan Pengganti Pengurangan Emisi: Begini Cara Kerjanya

Masih banyak orang mengira membeli carbon credit sama dengan mengurangi emisi.

Padahal tidak sesederhana itu.

Kredit karbon memang memiliki peran penting dalam strategi iklim, tetapi seharusnya digunakan setelah perusahaan atau organisasi melakukan upaya nyata untuk menurunkan emisinya sendiri.

Karena itu, carbon credit lebih tepat dipahami sebagai salah satu alat dalam strategi dekarbonisasi, bukan sebagai jalan pintas untuk menghindari pengurangan emisi.

Apa Itu Carbon Credit?

Secara umum, satu carbon credit mewakili satu ton karbon dioksida ekuivalen atau 1 ton CO₂e yang dikurangi, diserap, atau dalam konteks metodologi tertentu dihindari melalui sebuah proyek iklim yang telah melalui proses pengukuran dan verifikasi.

Kredit ini kemudian dapat diperdagangkan.

Organisasi dapat membeli dan menggunakan kredit tersebut untuk menangani sebagian emisi yang masih sulit dieliminasi, sambil tetap melanjutkan upaya pengurangan emisi secara langsung.

Mengapa Perusahaan Membeli Carbon Credit?

Ada beberapa alasan mengapa organisasi menggunakan kredit karbon.

Pertama, untuk membantu menangani residual emissions, yaitu emisi yang belum dapat dikurangi dengan teknologi atau opsi yang tersedia saat ini.

Kedua, untuk mendukung proyek iklim di luar operasi perusahaan.

Ketiga, pembelian kredit juga dapat membantu mengalirkan pembiayaan kepada proyek yang mengurangi atau menyerap emisi gas rumah kaca.

Dalam strategi yang tepat, carbon credit dapat melengkapi agenda Net Zero, ESG, dan keberlanjutan perusahaan.

Namun prinsipnya tetap sama: kurangi emisi sendiri terlebih dahulu.

Dua Jenis Utama Carbon Credit

Secara sederhana, pasar karbon dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar.

1. Compliance Carbon Credit

Kredit jenis ini digunakan dalam pasar karbon yang diatur pemerintah atau regulator.

Perusahaan tertentu dapat diwajibkan memenuhi target atau batas emisi sesuai sistem yang berlaku.

Contohnya dapat muncul dalam skema perdagangan emisi atau mekanisme kepatuhan lainnya.

Karena bersifat regulatif, aturan mengenai siapa yang harus berpartisipasi, jenis unit yang dapat digunakan, serta mekanisme pelaporannya ditentukan oleh kebijakan masing-masing negara atau yurisdiksi.

2. Voluntary Carbon Credit

Berbeda dengan pasar kepatuhan, voluntary carbon credit dibeli secara sukarela.

Perusahaan atau organisasi biasanya menggunakannya untuk mendukung proyek iklim atau melengkapi strategi dekarbonisasi.

Namun pasar sukarela menuntut kehati-hatian lebih tinggi karena kualitas kredit dapat berbeda antara satu proyek dengan proyek lainnya.

Bagaimana Carbon Credit Dihasilkan?

Sebuah kredit karbon tidak muncul begitu saja.

Secara umum, proses pengembangan proyek karbon melalui beberapa tahapan.

Pertama, pengembang mengidentifikasi proyek yang berpotensi menghasilkan pengurangan atau penyerapan emisi.

Setelah itu dilakukan kajian kelayakan teknis dan finansial.

Proyek kemudian harus menggunakan metodologi yang sesuai untuk menghitung bagaimana pengurangan emisi akan dilakukan dan diukur.

Dokumen proyek atau Project Design Document (PDD) selanjutnya disusun.

Setelah itu, proyek biasanya melewati validasi independen.

Jika memenuhi persyaratan, proyek dapat didaftarkan pada standar atau registri yang digunakan.

Tahap berikutnya adalah implementasi dan monitoring.

Data aktual dari proyek kemudian diverifikasi oleh pihak independen.

Jika pengurangan atau penyerapan emisi terbukti memenuhi metodologi, kredit karbon dapat diterbitkan.

Ketika kredit akhirnya digunakan untuk suatu klaim, kredit tersebut harus di-retire atau dinonaktifkan dari peredaran untuk mencegah penggunaan berulang.

Mengapa Retirement Penting?

Satu kredit karbon tidak boleh digunakan berkali-kali.

Misalnya, jika satu unit telah digunakan oleh suatu perusahaan untuk suatu klaim iklim, unit yang sama tidak boleh dijual kembali dan digunakan oleh perusahaan lain.

Karena itu, sistem registri biasanya mencatat status kredit.

Ketika kredit telah digunakan, statusnya berubah menjadi retired.

Mekanisme ini penting untuk menjaga integritas pasar dan mencegah double counting.

Contoh Proyek Carbon Credit

Berbagai jenis proyek dapat berpotensi menghasilkan kredit karbon tergantung metodologi dan standar yang digunakan.

Contohnya antara lain:

  • restorasi dan perlindungan hutan,
  • reforestasi dan aforestasi,
  • penangkapan metana,
  • pengelolaan sampah,
  • efisiensi energi,
  • energi terbarukan tertentu,
  • teknologi memasak bersih,
  • restorasi gambut,
  • mangrove dan ekosistem pesisir,
  • serta proyek carbon removal.

Tidak semua proyek otomatis layak menghasilkan kredit.

Pengurangan emisi harus dapat dihitung dan diverifikasi sesuai metodologi yang berlaku.

Carbon Credit Bisa Menggerakkan Climate Finance

Salah satu manfaat pasar karbon adalah kemampuannya menyalurkan dana kepada proyek iklim.

Misalnya, proyek restorasi mangrove membutuhkan biaya untuk rehabilitasi, monitoring, tenaga kerja, dan keterlibatan masyarakat.

Pendapatan dari penjualan kredit karbon dapat menjadi salah satu sumber pendanaan.

Pendekatan serupa dapat digunakan untuk proyek pengelolaan metana, hutan, energi bersih, maupun pengelolaan limbah.

Dengan demikian, carbon market dapat menjadi salah satu instrumen climate finance.

Tetapi Tidak Semua Carbon Credit Berkualitas Sama

Inilah bagian yang sangat penting.

Keberadaan label “carbon credit” tidak otomatis berarti sebuah kredit memiliki integritas tinggi.

Pembeli perlu menilai berbagai aspek, termasuk:

  • apakah pengurangan emisinya benar-benar terjadi,
  • apakah proyek memiliki additionality,
  • bagaimana emisi dihitung,
  • bagaimana proses monitoring dilakukan,
  • siapa yang melakukan validasi dan verifikasi,
  • apakah ada risiko kebocoran atau leakage,
  • bagaimana risiko reversal ditangani,
  • serta apakah manfaat sosial dan lingkungan benar-benar terjaga.

Karena itu, membeli kredit termurah bukan selalu strategi terbaik.

Carbon Credit Tidak Boleh Menjadi Izin untuk Terus Beremisi

Kesalahan terbesar terjadi ketika carbon credit diperlakukan sebagai pengganti dekarbonisasi.

Perusahaan menghasilkan emisi besar, kemudian membeli kredit karbon, lalu merasa masalah telah selesai.

Pendekatan semacam ini justru dapat merusak kredibilitas strategi iklim.

Carbon credit seharusnya menjadi pelengkap, bukan pengganti.

Perusahaan tetap perlu melakukan efisiensi energi, elektrifikasi, mengganti bahan bakar fosil, menggunakan energi rendah karbon, memperbaiki proses produksi, dan menurunkan emisi rantai pasok.

Hierarki Strategi Iklim yang Lebih Kredibel

Pendekatan yang lebih kuat biasanya mengikuti urutan yang jelas:

Ukur → Kurangi → Ganti → Hilangkan → Netralisasi emisi residual

Langkah pertama adalah mengukur emisi secara akurat.

Setelah itu, perusahaan harus mengurangi sebanyak mungkin emisi melalui perubahan operasional dan teknologi.

Emisi yang benar-benar sulit dieliminasi barulah ditangani menggunakan pendekatan lain, termasuk removals atau kredit berkualitas tinggi sesuai klaim dan kerangka yang digunakan.

Urutan ini penting karena menunjukkan bahwa organisasi benar-benar melakukan dekarbonisasi, bukan sekadar membeli kompensasi.

Carbon Credit Adalah Alat, Bukan Solusi Tunggal

Pasar karbon memiliki potensi besar untuk membantu mendanai aksi iklim.

Namun efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana kredit dibuat, diverifikasi, dibeli, dan digunakan.

Kredit berkualitas tinggi dapat membantu menyalurkan pembiayaan ke proyek yang benar-benar memberikan manfaat bagi iklim.

Sebaliknya, kredit dengan integritas rendah dapat menciptakan klaim yang menyesatkan dan merusak kepercayaan terhadap pasar karbon.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar:

“Berapa banyak carbon credit yang harus kita beli?”

Tetapi:

“Seberapa jauh kita sudah mengurangi emisi sendiri sebelum menggunakan carbon credit?”

Inilah fondasi strategi iklim yang lebih kredibel.

Carbon credit harus melengkapi pengurangan emisi, bukan menggantikannya.

https://www.linkedin.com/feed/update/urn:li:activity:7504417564828008448/?utm_source=share&utm_medium=member_desktop&rcm=ACoAAAtGGkQBsxwMBmX3lEJO8btihnfBCaHqTz4

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO