Dari Narasi ke Aksi: Seruan Nyata Kurangi Sampah Plastik di Hari Bumi 2026

Momentum Hari Bumi 2026 menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak berhenti pada sekadar narasi, melainkan beralih ke aksi nyata dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam mengurangi timbulan sampah plastik.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog Green Radio Pro 1 RRI Singaraja bersama Founder Wajah Plastik, Made Oplas, pada Sabtu (18/4/2026). Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi seharusnya tidak dimaknai sebagai seremoni tahunan semata, melainkan sebagai alarm bagi semua pihak untuk bertindak.
“Hari Bumi bukan untuk dirayakan, tetapi menjadi alarm. Masalah sampah sudah semakin serius dan kita semua harus bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Made Oplas, Indonesia saat ini tidak lagi berada pada tahap edukasi atau perumusan solusi, melainkan sudah harus bergerak ke tahap implementasi aksi konkret. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengkritik tanpa memberikan kontribusi nyata.
“Kritis itu penting, tetapi harus diikuti dengan solusi dan aksi nyata,” tegasnya.
Dalam momentum ini, masyarakat diajak untuk memulai langkah sederhana dari lingkungan terdekat, seperti memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia menekankan bahwa kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




