Pentingnya sektor bioekonomi ke perekonomian Indonesia

Memperkuat Bioekonomi Indonesia: Strategi Kunci Menuju Visi Emas 2045
Pengembangan Bioekonomi yang bertanggung jawab ditegaskan sebagai salah satu strategi kunci dalam Transformasi Ekonomi Nasional menuju Visi Indonesia Emas 2045. Untuk memperkuat arah pengembangan ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) didukung oleh Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) dan berbagai mitra lainnya, kembali mengukuhkan Indonesia Bioeconomy Initiative (IBI) yang diluncurkan pada Desember 2024.
1. Peran dan Kontribusi Bioekonomi bagi Perekonomian
Bioekonomi secara luas didefinisikan sebagai sistem ekonomi yang memanfaatkan sumber daya hayati (biodiversitas) secara berkelanjutan untuk menghasilkan produk dan jasa, yang bertujuan menggantikan bahan baku berbasis fosil.
Data dan Potensi Kunci:
- Dampak PDB: Kontribusi sektor berbasis bioekonomi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat signifikan. Menurut Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, setiap penambahan permintaan produk hayati sebesar 9% akan meningkatkan PDB sebesar 10%.
- Keanekaragaman Hayati: Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam sektor ini, memanfaatkan potensi keanekaragaman hayati darat dan laut secara bertanggung jawab.
- Sektor Kehutanan: Dengan 62% daratan Indonesia merupakan kawasan hutan, sektor kehutanan (didukung kebijakan Multi Usaha Kehutanan) menjadi pilar strategis pengembangan bioekonomi berkelanjutan.
2. Fokus Utama: Sinergi Pangan, Sosial, dan Lingkungan
Pengembangan bioekonomi ditekankan harus sejalan dengan agenda hilirisasi nasional, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan.
A. Perhutanan Sosial dan Hilirisasi Pangan
Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyoroti pentingnya perhutanan sosial sebagai model bioekonomi di sektor pangan:
- Saat ini, perhutanan sosial diberikan kepada 1.38 juta Kepala Keluarga (KK).
- 65% dari perhutanan sosial dikelola dengan model agroforestri.
- Perhutanan sosial berpotensi menjadi ujung tombak untuk komoditas unggulan seperti kopi, madu, dan tanaman pangan lokal.
B. Peran Sentral Masyarakat Adalah Kesejahteraan
Dadang Jainal Mutaqin, Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air (KKSDA) Bappenas, menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah inti dari pengembangan bioekonomi.
Dalam kerangka Bioekonomi Indonesia, masyarakat merupakan aktor utama yang mengemban tiga peran penting:
- Produsen berbasis komunitas.
- Mitra industri dalam hilirisasi dan inovasi.
- Penjaga ekosistem yang memastikan keberlanjutan.
3. Tantangan dan Inisiatif Penguatan Konsep
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Dr. Vivi Yulaswati, menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah belum adanya definisi tunggal dan kerangka panduan praktis mengenai bioekonomi yang dapat diadopsi oleh semua pemangku kepentingan.
Indonesia Bioeconomy Initiative Workshop
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Direktorat KKSDA Bappenas bersama USAID SEGAR, Kadin RFBH, The British Embassy Jakarta, dan KEM menyelenggarakan Indonesia Bioeconomy Initiative Workshop di Jakarta.
Tujuan utama kegiatan ini adalah:
- Memperkuat pemahaman konsep bioekonomi.
- Mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor.
- Merumuskan konsep dan prinsip bioekonomi yang terintegrasi dari hulu ke hilir, sesuai dengan nilai-nilai lokal Indonesia.
- Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk proyek percontohan bioekonomi melalui praktik Multi Usaha Kehutanan.
Inisiatif ini merupakan langkah awal penting untuk memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya hayati dilakukan secara bertanggung jawab, inklusif, dan melibatkan masyarakat lokal serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
sumber:
https://www.liputan6.com/bisnis/read/6230894/pentingnya-sektor-bioekonomi-ke-perekonomian-indonesia
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




