Berita

Hari Peduli Sampah Nasional 2026, Sampah Organik Jadi Medium Pemberdayaan Perempuan

Menjelang Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang diperingati setiap 21 Februari, suasana produktif terlihat di Recycle Me Zone, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat sore, 13 Februari 2026. Sebanyak 14 pekerja sampah perempuan dan satu laki-laki tampak sibuk menjalankan berbagai aktivitas pengelolaan sampah organik.

Sebagian dari mereka mengumpulkan telur di kandang ayam petelur, beberapa lainnya memberi pakan sekitar 1.000 ikan nila di empat kolam, sementara sisanya mengelola budidaya maggot yang dikembangbiakkan untuk dijual maupun dijadikan pakan ternak.

Kelima belas pekerja tersebut merupakan sektor informal persampahan yang dibina melalui program Recycle Me Zone, hasil kolaborasi Mahija Parahita Nusantara dan Coca-Cola Indonesia dalam rangka HPSN 2026. Berbeda dari program sebelumnya yang berfokus pada daur ulang botol PET, inisiatif yang berlangsung Oktober 2025 hingga Maret 2026 ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah organik.

Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menjelaskan bahwa sampah organik dipilih karena jumlahnya melimpah dan memiliki potensi meningkatkan pendapatan para pekerja.

“Visi kami adalah memperkuat posisi pekerja dalam rantai pasok daur ulang melalui praktik yang bertanggung jawab, perlindungan, dan peningkatan kapasitas,” ujar Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Ardhina Zaiza.

Olah Sampah Organik Jadi Sumber Penghasilan

Melalui pelatihan yang diberikan, para pekerja mempelajari cara mengolah sampah organik menjadi kompos serta pakan ternak alternatif berbasis limbah organik lokal. Pendekatan ini tidak hanya mendukung lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi rumah tangga mereka.

Koordinator Lapangan Recycle Me Zone, Endang Mintarja, menyebutkan bahwa pihaknya mampu mengolah 20–30 kilogram sampah organik per hari. Selain mengumpulkan dari rumah ke rumah, mereka juga bekerja sama dengan dua dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sumber tambahan limbah organik.

Sampah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan maggot, yang kemudian dijual atau digunakan untuk pakan ayam petelur. Sementara itu, hasil budidaya ikan nila dipasarkan ke warung makan sekitar dengan harga terjangkau. Telur dan ayam juga diminati warga karena harganya lebih rendah dibanding pasaran.

Sejak program berjalan, para pekerja mengaku memperoleh tambahan pendapatan rata-rata sekitar Rp150 ribu per orang.

Monitoring dan Dukungan Ramadan

Meski program akan berakhir bulan depan, pihak penyelenggara memastikan akan melakukan monitoring setidaknya hingga satu tahun ke depan agar keterampilan yang telah diperoleh tetap diterapkan.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial selama Ramadan, Mahija dan Coca-Cola Indonesia akan menyalurkan 1.100 paket kebutuhan pokok dan 3.300 paket makanan yang dibagikan setiap Jumat di 36 titik sekitar Collection Center dan Collection Partner. Kegiatan buka puasa bersama juga akan digelar untuk mempererat solidaritas antara pejuang daur ulang dan masyarakat sekitar.

Program ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga strategi pemberdayaan ekonomi yang nyata bagi pekerja sektor informal.

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/6279200/hari-peduli-sampah-nasional-2026-ketika-sampah-organik-jadi-medium-pemberdayaan-para-perempuan#google_vignette

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO