Berita

Hutan Gambut Habau Jadi Harapan Terakhir Orangutan Kalimantan di Kalsel

Hutan Gambut Habau Jadi Harapan Terakhir Orangutan Kalimantan di Kalsel

Tabalong – Hamparan hutan gambut di Desa Habau, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, masih menyimpan ruang hidup bagi Orangutan Kalimantan. Di tengah rapatnya tajuk pepohonan, satwa endemik Pulau Kalimantan itu bertahan pada bentang alam yang berada di luar kawasan konservasi resmi, namun tetap berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai satwa liar.

Keberadaan orangutan di kawasan tersebut tidak hanya dibuktikan melalui pengamatan langsung, tetapi juga melalui temuan sarang-sarang di pucuk pohon. Bagi para pegiat konservasi, sarang tersebut menjadi indikator bahwa ekosistem hutan masih berfungsi dengan baik dan layak dipertahankan.

Temuan itu mendorong Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengambil langkah lebih jauh, yakni mengusulkan kawasan tersebut sebagai Areal Preservasi kepada Kementerian Kehutanan.

Bentang Habitat Seluas 3.000 Hektare

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Kalimantan Selatan, Heri Sofian, menjelaskan bahwa proses pengusulan masih berada pada tahap persiapan. Saat ini berbagai tahapan tengah dilakukan, mulai dari pembentukan kelompok kerja lintas pihak, pengumpulan data, hingga pemutakhiran informasi sebagai dasar penyusunan usulan.

Kawasan yang diusulkan merupakan

Areal Penggunaan Lain (APL). Meski luas yang akan ditetapkan masih dalam pembahasan, hasil kajian BKSDA Kalsel, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, dan lembaga penelitian menunjukkan bahwa bentang habitat yang berpotensi menjadi ruang hidup orangutan mencapai sekitar 3.000 hektare.

Potensi habitat orangutan

Kajian gabungan

Bentang habitat potensial

3.000 ha

Ruang hidup orangutan yang berpotensi dilindungi

Kondisi ekosistem

Masih baik

Fungsi hutan gambut dinilai masih terjaga

Kawasan ini memiliki fungsi ekologis penting sebagai areal perlindungan gambut yang sangat potensial bagi keberlangsungan hidup orangutan. Kondisi habitatnya hingga kini masih tergolong baik sehingga perlu dipertahankan sebelum tekanan terhadap lingkungan semakin besar.

Isu Konservasi yang Mendunia

BKSDA Kalimantan Selatan menilai keberadaan orangutan tidak lagi sekadar menjadi isu nasional, melainkan telah menjadi perhatian internasional. Oleh karena itu, perlindungan habitat di Desa Habau dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati global.

Bagi Kalimantan Selatan, pengusulan Areal Preservasi bukan hanya langkah administratif. Upaya ini merupakan ikhtiar untuk memastikan ruang hidup orangutan tetap lestari sekaligus mempertahankan fungsi ekosistem hutan gambut sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Pemantauan Berkelanjutan Sejak 2015

Upaya perlindungan habitat orangutan telah dilakukan secara berkelanjutan selama satu dekade terakhir. Sejak 2015, BKSDA Kalimantan Selatan bersama Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, pemerintah daerah, dan masyarakat rutin melakukan monitoring di wilayah perbatasan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Tabalong, hingga Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.

Dalam pemantauan terbaru di Desa Habau, petugas kembali menemukan sejumlah titik sarang orangutan. Tim juga melakukan pengamatan menggunakan pesawat nirawak, meski rapatnya tutupan tajuk pohon menjadi tantangan dalam mengidentifikasi keberadaan satwa tersebut.

Populasi dan Kerapatan Sarang

Hasil monitoring gabungan sejak 2020 menunjukkan bahwa kawasan ini masih memiliki populasi orangutan yang penting untuk dipertahankan.

Data monitoring orangutan

Sejak 2020

WilayahKerapatan SarangEstimasi Populasi
Kabupaten TabalongKalimantan Selatan84,88sarang/km²7,73individu
Kabupaten Hulu Sungai UtaraKalimantan Selatan121,36sarang/km²12,45individu

Kerapatan sarang dihitung berdasarkan jumlah sarang yang ditemukan per kilometer persegi dan digunakan sebagai indikator keberadaan populasi orangutan di habitat alami.

Menjaga Rumah Terakhir Orangutan

Hutan gambut Habau menjadi bukti bahwa habitat orangutan masih dapat bertahan di luar kawasan konservasi formal. Namun, keberlanjutan ruang hidup tersebut sangat bergantung pada keputusan dan tindakan yang diambil saat ini.

Jika usulan Areal Preservasi dapat direalisasikan, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu benteng penting bagi pelestarian orangutan Kalimantan di Kalimantan Selatan, sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan gambut yang berperan dalam penyimpanan karbon, pengaturan tata air, dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap hutan tropis, sarang-sarang orangutan di pucuk pohon Habau menjadi pengingat bahwa masih ada ruang hidup yang harus dipertahankan demi masa depan satwa liar dan ekosistem Kalimantan.

https://www.antaranews.com/berita/5625816/menjaga-rumah-orangutan-di-hutan-gambut-tabalong

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO