Investasi ketahanan iklim berpotensi ciptakan 280 juta lapangan kerja baru

Prospek Ekonomi Hijau: Investasi Ketahanan Iklim Mampu Ciptakan 280 Juta Lapangan Kerja Baru
Laporan terbaru bertajuk “Returns on Resilience” yang dirilis oleh konsorsium 20 organisasi adaptasi, dipimpin oleh Systemiq, menyoroti potensi luar biasa dari investasi yang ditargetkan pada ketahanan iklim (climate resilience) dan alam. Laporan ini dipublikasikan bertepatan dengan pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF.
Laporan tersebut menyimpulkan bahwa fokus investasi pada ketahanan iklim akan menjadi pendorong utama transformasi ekonomi global, terutama di negara-negara berkembang (emerging market).
Potensi Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Investasi dalam ketahanan iklim dan alam diproyeksikan akan menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan dalam 10 tahun ke depan, meliputi:
- Lapangan Kerja Baru: Penciptaan lebih dari 280 juta lapangan kerja baru di negara berkembang dan pasar yang tumbuh hingga tahun 2035.
- Peluang Pasar: Nilai pasar dari adaptasi global dan ketahanan dapat mencapai US$500 miliar hingga US$1,3 triliun pada tahun 2030 bagi korporasi.
- Kenaikan PDB: Intervensi adaptasi iklim dapat meningkatkan PDB hingga 15% pada tahun 2050 di negara-negara yang sangat rentan terhadap krisis iklim.
Vera Songwe dari Brookings Institution menegaskan, investasi pada resiliensi bukan sekadar memitigasi risiko, melainkan peluang transformasi ekonomi yang mendorong pertumbuhan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memperbaiki prospek utang jangka panjang.
Imbal Hasil (Return on Investment) yang Konkret
Data menunjukkan bahwa investasi pada sektor ketahanan iklim menghasilkan rasio imbal hasil yang sangat tinggi dan menguntungkan:
| Sektor Investasi | Rasio Laba terhadap Beban (Laba : Beban) | Tingkat Pengembalian Ekonomi Tahunan Rata-Rata |
| Kesehatan, Bioteknologi, Farmasi | 7 : 1 | Mencapai 79% (khusus sektor kesehatan) |
| Transportasi, Energi, Infrastruktur Tahan Iklim | 4 : 1 hingga 5 : 1 | – |
| Pertanian | – | 27% |
| Investasi Berbasis Alam (Kehutanan & Konservasi) | – | Rata-rata 40% per tahun |
| Adaptasi Iklim Secara Umum | – | Lebih dari US$10 untuk setiap investasi US$1 (rata-rata 20%–27% per tahun) |
Dampak Kemanusiaan dan Stabilitas
Selain pertumbuhan ekonomi, investasi ini juga memberikan manfaat langsung terhadap pembangunan manusia dan stabilitas makroekonomi:
- Pembatasan Kematian: Diperkirakan dapat membatasi angka kematian tahunan di kisaran 1–2 juta jiwa pada tahun 2050.
- Kesehatan: Keamanan layanan air, sanitasi, dan higienitas saja berpotensi mencegah 173.000 kematian tahunan hingga tahun 2030.
Carlos Lopes dari University of Cape Town menekankan bahwa bagi negara berkembang, menutup kesenjangan pendanaan adaptasi adalah keharusan, karena pertumbuhan ekonomi tanpa resiliensi akan rentan terhadap guncangan berulang dari krisis iklim.
sumber:
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




