Iffah Rachmi, perempuan penggerak kesadaran sanitasi di Lampung

Air bersih yang sehat dan bebas dari pencemaran adalah kebutuhan dasar yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Selain itu, sanitasi yang layak juga menjadi elemen penting yang berkaitan erat dengan suplai air bersih. Keduanya menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, di mana daerah-daerah berupaya untuk menyediakan air bersih hingga layak minum serta fasilitas sanitasi yang memadai di setiap rumah tangga dan perkantoran.
Namun, di tengah upaya ini, masih banyak masyarakat yang abai terhadap pentingnya air bersih dan sanitasi lingkungan, bahkan di kawasan perkotaan. Akibatnya, kesehatan masyarakat terancam oleh berbagai dampak negatif, seperti penyakit yang disebabkan oleh air tercemar atau sanitasi buruk.
Youth Sanitation Concern: Penggerak Perubahan di Lampung
Di Provinsi Lampung, sebuah organisasi pemuda akar rumput bernama Youth Sanitation Concern hadir sebagai motor penggerak perubahan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih, kebersihan, dan sanitasi. Tidak hanya sekadar mengkampanyekan isu ini, komunitas ini juga mempraktikkan solusi langsung di tengah masyarakat.
Komunitas ini dipimpin oleh seorang wanita inspiratif bernama Iffah Rachmi, yang bukan asli Lampung, melainkan kelahiran Bandung. Meski berlatar belakang pendidikan jurnalistik komunikasi, bukan lingkungan, Iffah berhasil menggagas berbagai inisiatif penting yang membuat isu sanitasi dan air bersih semakin dikenal di Lampung.
Di usia 36 tahun pada tahun 2024, Iffah dan komunitasnya telah berhasil melibatkan banyak pemuda Lampung untuk melakukan praktik nyata dalam mengatasi permasalahan air bersih dan sanitasi. Bahkan, komunitas ini mendapatkan penghargaan bergengsi internasional, Kyoto World Water Grand Prize 2024, atas kontribusinya dalam forum air dunia di Bali.
Tantangan Sanitasi di Lampung: Permasalahan dan Dampaknya
Meski isu Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) mulai ramai diperbincangkan di Lampung sejak 2015-2016, permasalahan sanitasi dan air bersih telah menjadi tantangan serius selama bertahun-tahun.
Misalnya, riset Kementerian Kesehatan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa 70% air minum di Kota Bandarlampung tercemar tinja. Hal serupa terjadi di Kota Metro, di mana banyak tangki septik tidak kedap bocor dan mencemari sumber air di permukiman padat penduduk.
Dampak dari buruknya sanitasi dan air tercemar sangatlah serius, termasuk:
- Kesehatan: Penyakit seperti diare, stunting, dan infeksi lainnya.
- Ekonomi: Biaya pengobatan yang meningkat serta produktivitas yang menurun.
- Pendidikan: Anak-anak sering absen karena penyakit.
- Generasi mendatang: Terganggunya regenerasi yang sehat akibat malnutrisi dan penyakit.
Inisiatif Youth Sanitation Concern: Praktik Baik yang Menginspirasi
Salah satu proyek awal komunitas ini dimulai di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandarlampung. Kawasan padat penduduk ini memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) komunal yang rusak sejak lama. Akibatnya, masyarakat kembali membuang tinja langsung ke laut.
Langkah Perubahan:
- Pendekatan Komunitas: Pemuda setempat dilibatkan untuk membangun kesadaran masyarakat.
- Perbaikan Infrastruktur: MCK komunal diperbaiki dengan desain yang berkelanjutan.
- Partisipasi Warga: Setelah dua bulan pendekatan, warga mulai terlibat aktif, termasuk membersihkan fasilitas, membayar tukang, dan mengganti pompa air dengan teknologi tenaga surya.
- Pengelolaan Berkelanjutan: Kelompok pengelola dibentuk, dengan jadwal piket untuk menjaga fasilitas tetap bersih dan berfungsi.
Hasilnya, masyarakat mulai memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas tersebut dan merasakan manfaat dari sanitasi yang lebih baik.
Dampak Jangka Panjang dan Regenerasi Pemuda
Selama enam tahun terakhir, Youth Sanitation Concern telah menyebarluaskan isu air bersih dan sanitasi ke berbagai tingkat, mulai dari forum regional hingga internasional. Lebih dari itu, komunitas ini menjadi wadah pembelajaran bagi para pemuda, yang setelah berkarier di berbagai bidang, tetap membawa semangat perubahan di tempat kerja masing-masing.
Pesan Utama:
- Air bersih dan sanitasi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga terkait kesehatan, ekonomi, dan masa depan generasi.
- Peran pemuda sangat penting dalam menyebarkan kesadaran dan menciptakan perubahan nyata di masyarakat.
Masa Depan Sanitasi dan Air Bersih di Indonesia
Keberlanjutan inisiatif seperti Youth Sanitation Concern perlu didukung oleh kebijakan yang memperhatikan pola hidup bersih dan sehat. Generasi muda diharapkan terus menjadi motor penggerak, memastikan bahwa isu sanitasi dan air bersih tetap menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa.
Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas pemuda, Indonesia dapat mencapai target sanitasi layak dan air bersih untuk semua demi masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
sumber :
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




