IKN Dorong Sampah Jadi Energi, Kolaborasi Daerah Penyangga Dimulai

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak daerah penyangga di Kalimantan Timur untuk mengelola sampah menjadi sumber energi terbarukan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, mengungkapkan bahwa kesepakatan kerja sama PSEL untuk wilayah Samarinda Raya dan Balikpapan Raya telah resmi ditandatangani.
“Kesepakatan ini merupakan langkah konkret dalam mempercepat implementasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan,” ujarnya.
🤝 Kolaborasi Lintas Daerah
Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, antara lain:
- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
- Pemerintah Kota Balikpapan
- Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah regional yang terintegrasi, khususnya di kawasan penyangga IKN seperti Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara.
♻️ Dari Masalah Jadi Sumber Energi
Program PSEL dirancang sebagai solusi inovatif untuk mengubah persoalan sampah perkotaan menjadi sumber energi bernilai. Selain mengurangi beban lingkungan, sistem ini juga mendukung kebutuhan energi berkelanjutan di wilayah IKN dan sekitarnya.
“PSEL merupakan transformasi besar dari masalah lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Bimo.
🌍 Dukung Kota Ramah Lingkungan
Pengembangan PSEL diharapkan mampu memperkuat konsep kota hijau di kawasan IKN, termasuk wilayah delineasi seperti:
- Muara Jawa
- Samboja
- Samboja Barat
Wilayah-wilayah ini akan merasakan langsung manfaat dari sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis teknologi modern.
🚀 Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Nasional
Proyek PSEL Samarinda Raya dan Balikpapan Raya akan segera direalisasikan dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah modern di Indonesia.
Selain mengatasi timbulan sampah, inisiatif ini juga memperkuat langkah Indonesia dalam menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan.
🌱 Kolaborasi Jadi Kunci
IKN menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama lintas daerah untuk menciptakan sistem yang benar-benar efektif dan berkelanjutan.
“Masalah sampah tidak bisa diselesaikan sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk membangun sistem yang berkelanjutan,” tegas Bimo.
Dengan langkah ini, kawasan IKN tidak hanya dibangun sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai model kota masa depan yang mengintegrasikan pengelolaan sampah dan energi secara cerdas dan berkelanjutan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




