Berita

Indocement Minta Maaf atas Insiden “Hujan Semen” di Bogor, Pemprov Jabar Siapkan Sanksi

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden jatuhan debu semen yang terjadi di sekitar Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa yang sempat meresahkan warga itu terjadi pada Sabtu (10/8) sore.

General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bersifat insidental dan terjadi saat pabrik dalam kondisi tidak beroperasi. Insiden bermula ketika pekerja melakukan pembersihan sumbatan (clogging) pada bagian pemisahan material.

“Ketika lubang pemeriksaan dibuka, debu yang tidak terduga keluar dan tertiup angin besar ke arah pemukiman masyarakat. Mengetahui hal tersebut, pekerja kami segera menutup kembali lubang check hole, sehingga dalam waktu sekitar tiga menit kondisi langsung teratasi,” ujar Setia, Minggu (11/8).

Menurutnya, Indocement telah berkoordinasi dengan masyarakat desa terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa serta melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sudah melakukan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan agar tidak dilakukan dalam kondisi angin kencang,” tambahnya.

Evaluasi Pemprov Jabar: Ada Pelanggaran SOP

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa hasil evaluasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menemukan adanya indikasi pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses produksi PT Indocement yang memicu insiden “hujan semen” tersebut.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, mulai dari sanksi administratif, denda, hingga sanksi lebih berat jika terbukti sebagai pelanggaran serius,” ujar Dedi melalui akun resmi media sosialnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan bahwa pemerintah akan hadir memberikan perlindungan dalam setiap persoalan lingkungan hidup yang terjadi di Jawa Barat.

Dampak Terbatas di Lingkungan Warga

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Citeureup segera menangani dampak insiden tersebut. Camat Citeureup, Edy Suwito Sutono Putro, menyebutkan material semen yang terbawa angin jumlahnya terbatas dan hanya berdampak pada warga di satu Rukun Warga (RW) di Desa Citeureup.

“Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB saat pabrik melakukan pembersihan dan pemeliharaan alat produksi. Kejadiannya tidak berlangsung lama,” jelas Edy.

Ia menambahkan, pihak kecamatan telah memfasilitasi mediasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga pada Senin (11/8) untuk mencari penyelesaian secara musyawarah.

Komitmen Perbaikan

Kasus “hujan semen” ini menjadi sorotan publik karena berkaitan langsung dengan dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat. PT Indocement berjanji memperketat prosedur kerja, sementara Pemprov Jabar memastikan pengawasan lebih ketat terhadap industri yang berpotensi mencemari lingkungan.

Dengan langkah korektif dan tindak lanjut hukum yang sedang disiapkan, pemerintah berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah Citeureup maupun daerah lain yang menjadi lokasi industri semen.

Sumber: Antara News

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO