Pengelolaan sampah di Jakut harus lebih baik dibandingkan RDF Rorotan

Jakarta Utara Jadi Pilot Project Sampah Nasional: DPRD Ingatkan Agar Tak Ulangi Kegagalan RDF Rorotan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan Jakarta Utara (Jakut) sebagai wilayah percontohan (pilot project) dalam road map pengelolaan sampah nasional. Namun, ambisi ini mendapat catatan kritis dari legislatif agar dampak lingkungan dan sosial benar-benar diminimalisir.
Belajar dari Polemik RDF Plant Rorotan
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Bun Joi Phiau, memperingatkan Pemprov DKI agar tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada proyek Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan. Meskipun ditujukan sebagai solusi teknologi, RDF Rorotan hingga kini masih menuai protes warga akibat masalah bau dan polusi.
“Pemprov DKI harus belajar dari pengalaman sebelumnya. Jangan sampai proyek percontohan nasional di Jakarta Utara justru mendapatkan pertentangan dari masyarakat karena perencanaan yang kurang matang,” tegas Bun Joi.
Tiga Ancaman Utama bagi Warga
Dalam pembangunan fasilitas pengelolaan sampah di masa depan (seperti PLTSa atau teknologi lainnya), DPRD menekankan tiga gangguan utama yang harus dikurangi hingga ke level terkecil:
- Polusi Bau: Penanganan penumpukan sampah di lokasi agar tidak mencemari udara pemukiman.
- Lalu Lintas: Pengaturan jadwal truk sampah agar tidak menambah kemacetan pada jam sibuk.
- Emisi Gas Buang: Memastikan proses pembakaran atau pengolahan tidak menyebarkan asap beracun ke wilayah perumahan.
Strategi Pengelolaan: Dari Hulu hingga Hilir
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, menjelaskan bahwa status Jakut sebagai proyek percontohan akan didorong melalui program CITRA Indonesia (Circular Innovation for Transformation Responsible Action).
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang terfokus pada pengolahan akhir, strategi kali ini mencakup tiga fase:
| Fase | Fokus Kegiatan |
| Hulu | Peningkatan pemilahan sampah langsung dari sumbernya (Rumah Tangga, Hotel, Restoran, dan Kafe/Horeka). |
| Tengah | Penguatan peran Bank Sampah dan optimalisasi TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat kecamatan/kelurahan. |
| Hilir | Pengolahan akhir dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan minim dampak sosial. |
Menjadikan Jakarta Utara sebagai standar nasional pengelolaan sampah memerlukan sinergi antara teknologi modern (hilir) dan budaya pilah sampah di masyarakat (hulu). Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa fasilitas pengolahan sampah bisa berdampingan dengan kawasan urban tanpa mengorbankan kualitas kesehatan warga.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




