Berita

Indonesia Dorong Aksi Iklim Nyata Lintas Sektor

Indonesia menegaskan bahwa komitmen iklim tidak boleh berhenti pada target dan dokumen kebijakan. Pemerintah mendorong agar agenda pengendalian perubahan iklim diterjemahkan menjadi aksi nyata di berbagai sektor, mulai dari energi, industri, limbah, transportasi, hingga perlindungan pesisir.

Dalam forum internasional terkait aksi iklim dan transisi berkeadilan, Indonesia kembali menegaskan arah menuju net zero emissions pada 2060 atau lebih cepat.

Sejumlah langkah yang didorong mencakup pengurangan emisi metana dari sektor limbah, dekarbonisasi industri, pengembangan industri rendah karbon, pemanfaatan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon, pengembangan energi surya skala besar, penerapan B50, serta percepatan penggunaan kendaraan listrik.

Pemerintah juga menekankan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon harus berjalan secara adil. Keberhasilan tidak hanya diukur dari besarnya investasi atau penggunaan teknologi, tetapi juga dari keterjangkauan energi, penciptaan pekerjaan layak, peningkatan nilai tambah lokal, perlindungan kelompok rentan, serta manfaat lingkungan bagi masyarakat.

Pengurangan emisi metana menjadi salah satu perhatian penting. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang memiliki daya pemanasan sangat kuat, sehingga pengelolaan sampah dan air limbah perlu diperbaiki secara serius.

Langkah yang dibutuhkan meliputi penguatan ekonomi sirkular, peningkatan kualitas data dan pelaporan, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola sumber-sumber emisi.

Di bidang adaptasi, Indonesia juga mendorong berbagai langkah untuk menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk perlindungan kawasan pesisir, restorasi mangrove, serta penguatan ketahanan wilayah yang rentan terhadap kenaikan muka air laut dan cuaca ekstrem.

Pembiayaan tetap menjadi salah satu tantangan utama. Karena itu, dukungan pembiayaan internasional, transfer teknologi, peningkatan kapasitas, serta penguatan sistem transparansi menjadi bagian penting dalam mempercepat implementasi aksi iklim.

Menjelang COP31, Indonesia juga mendorong kerja sama multilateral yang lebih konkret agar agenda iklim tidak hanya menghasilkan penurunan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat.

Aksi iklim pada akhirnya bukan hanya soal menurunkan angka emisi. Tantangan sebenarnya adalah memastikan transisi menuju ekonomi rendah karbon juga menciptakan lapangan kerja, menjaga daya saing, melindungi masyarakat, dan memperkuat ketahanan lingkungan secara bersamaan.

Sumber: ANTARA News
https://www.antaranews.com/berita/5757155/jumhur-ri-terjemahkan-komitmen-iklim-jadi-aksi-nyata-lintas-sektor/

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO