Indonesia Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, Ini Alasan Bappenas

Dalam upaya mencapai swasembada energi, pangan, dan air, Indonesia kini serius mempertimbangkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, langkah ini bukanlah ekspansi ofensif, melainkan strategi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri secara optimal.
“Kita membutuhkan langkah konkret untuk memastikan pengembangan nuklir ini tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga bermanfaat bagi rakyat Indonesia. Fokus kita adalah swasembada energi, bukan ekspansi ofensif,” tegas Rachmat dalam pembahasan potensi PLTN sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional.
Komitmen Indonesia Menuju Net Zero Emission (NZE)
Indonesia telah berkomitmen pada inisiatif Net Zero Emission (NZE), dengan sektor tenaga listrik diharapkan mengalami penurunan emisi mulai 2035 hingga 2060. PLTN dinilai memiliki keunggulan strategis untuk mendukung NZE, seperti kemampuan beroperasi 24 jam tanpa gangguan, efisiensi lahan yang tinggi, dan kompatibilitas dengan lokasi dekat pantai. Teknologi Small Modular Reactor (SMR) yang lebih fleksibel, aman, dan hemat biaya juga menjadi pertimbangan utama.
“Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 7–8 persen, persiapan pembangunan PLTN harus dimulai sekarang agar bisa beroperasi pada 2030–2035,” ujar Rachmat.
Percepatan Pengembangan PLTN
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengungkapkan bahwa pemerintah berupaya mempercepat pengembangan PLTN dari yang semula ditargetkan pada 2032 menjadi 2029. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mengisi target bauran energi yang diproyeksikan mencapai 443 gigawatt (GW) pada 2060, dengan 79 persen berasal dari energi baru terbarukan (EBT).
“Pengembangan pembangkit nuklir diupayakan percepatan 2029–2032,” kata Yuliot dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI.
Pembentukan Badan Pelaksana Program Energi Nuklir (NEPIO)
Untuk memastikan pengelolaan energi nuklir yang profesional dan bertanggung jawab, pemerintah berencana membentuk Badan Pelaksana Program Energi Nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). NEPIO akan berperan dalam mengawasi implementasi PLTN.
“Nanti harus ada NEPIO itu. Harus ada keppres (keputusan presiden)-nya dulu,” jelas Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.
Dukungan Internasional dan Langkah Strategis
Indonesia telah menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan energi nuklir melalui kerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan upaya yang dilakukan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Langkah-langkah strategis telah diambil untuk mempersiapkan data teknis dan ekonomi yang mendalam, guna memastikan pengelolaan energi nuklir dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.
“Indonesia telah menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan energi nuklir melalui kerja sama dengan IAEA dan upaya yang dilakukan BATAN,” ucap Febrian Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas.
Masa Depan Energi Berkelanjutan
Pengembangan PLTN di Indonesia diharapkan menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia dalam inisiatif energi global. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, persiapan pembangunan PLTN harus dimulai sekarang untuk memastikan operasional pada 2030–2035.
“Indonesia telah menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan energi nuklir melalui kerja sama dengan IAEA dan upaya yang dilakukan BATAN. Langkah-langkah strategis telah diambil untuk mempersiapkan data teknis dan ekonomi yang mendalam, guna memastikan pengelolaan energi nuklir dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab,” tambah Febrian.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia siap memimpin dalam pengembangan energi nuklir yang aman dan berkelanjutan, menuju masa depan energi yang lebih hijau dan mandiri.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




