Inovasi kapal pembersih sampah karya peneliti ITS

Solusi Sampah Laut: Peneliti ITS Kembangkan Kapal Pembersih Tanpa Awak
Ancaman sampah plastik dan mikroplastik di perairan Indonesia mendorong tim peneliti dari Departemen Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan inovasi ramah lingkungan. Mereka sukses mengembangkan kapal pembersih sampah tanpa awak (unmanned surface vehicle) yang dirancang khusus untuk membersihkan area sungai, pesisir, hingga laut terbuka.
Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati, menyatakan bahwa inovasi dari klaster maritim ini mengedepankan fungsionalitas dan kemudahan operasional agar bisa langsung berdampak nyata pada kelestarian biota maritim nasional.
1. Desain dan Spesifikasi Teknis Kapal
Kapal pembersih sampah ini dirancang dengan prinsip kesederhanaan teknologi agar mudah dirawat oleh masyarakat lokal, namun tetap memiliki performa yang tangguh:
- Desain Lambung Ganda (Katamaran): Memiliki dua lambung untuk menjaga stabilitas kapal saat menerjang ombak. Bagian tengah kapal sengaja dibuat terbuka sebagai jalur masuk sampah.
- Mekanisme Jaring Otomatis: Dilengkapi sirip pengarah di bagian depan. Saat kapal bergerak maju mendekati tumpukan sampah, sampah akan mengalir masuk dengan sendirinya ke dalam keranjang penampung di bawah kapal.
- Sistem Kendali Jarak Jauh: Menggunakan remote control dengan daya jangkau hingga 1 kilometer. Metode ini sengaja dipilih untuk menekan biaya (tanpa sensor mahal) sekaligus memudahkan warga lokal dalam mengoperasikannya.
- Dimensi & Harga: Model standar yang telah diuji coba di pesisir Bali memiliki panjang 8 meter dengan harga sekitar Rp590 juta per unit.
2. Manajemen Sampah Pascapanen: Sistem Chips Plastik
Anggota tim peneliti ITS, Prof. Syarif Wijaya, menjelaskan bahwa proses pembersihan tidak berhenti saat sampah diangkat dari laut. Sistem pengolahan berlanjut di darat dengan skema sebagai berikut:
[ Sampah Masuk Wadah Kapal ] ➔ [ Wadah Penuh Diangkat ke Darat ] ➔ [ Pemilahan Manual ] ➔ [ Pencacahan Sampah Plastik ] ➔ [ Menjadi Butiran Kecil (Chips) ]
Catatan Teknis: Tim ITS juga menyediakan alat pencacah plastik khusus dalam paket implementasinya. Hasil cacahan berupa chips plastik ini siap dijual atau diolah lebih lanjut oleh industri daur ulang, memberikan nilai ekonomis bagi pengelola.
3. Hilirisasi dan Kontrak Komersial dengan PT Pertamina
Didukung oleh program hilirisasi Ditki dan LPDP, inovasi ini tidak lagi sekadar prototipe laboratorium, melainkan sudah masuk ke tahap produksi massal melalui kerja sama antara Nasdec ITS dan PT Pertamina (Persero).
Hingga saat ini, perkembangan distribusinya meliputi:
- 3 Unit Skala Kecil (Selesai diproduksi untuk proyek internal/uji coba).
- 2 Unit Skala Besar (Ukuran 2x Lipat): Telah diserahkan kepada Pertamina untuk dioperasikan di kawasan wisata Kuta (Bali) dan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan.
- 3 Unit Pesanan Baru: Sedang dalam kontrak pengerjaan untuk ditempatkan di tiga titik strategis baru, yaitu Labuan Bajo, Palu, dan Cirebon.
Pengembangan Masa Depan (Rencana AI & IoT)
Meskipun saat ini masih menggunakan kendali remote control manual demi efisiensi biaya, tim peneliti ITS memproyeksikan pengembangan jangka panjang yang lebih modern. Ke depan, kapal-kapal ini akan disuntik dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) berbasis Internet of Things (IoT), yang memungkinkan kapal mendeteksi dan bergerak menuju titik penumpukan sampah di laut secara otomatis tanpa bantuan operator manusia.
sumber:
https://optika.id/2026/06/12/inovasi-kapal-pembersih-sampah-karya-peneliti-its/
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




