Berita

Karhutla Meluas, Pemkab Natuna Kerahkan Teknologi Modifikasi Cuaca dan Water Bombing untuk Kendalikan Kebakaran

Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mengambil langkah cepat dan strategis dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, upaya pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca serta metode bom air (water bombing) guna mempercepat pengendalian api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Natuna, Raja Darmika, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca dijadwalkan mulai Selasa (31/3), dengan menyesuaikan kesiapan bahan baku yang akan digunakan dalam proses penyemaian awan. Kegiatan ini direncanakan menggunakan pesawat jenis Skytrack yang telah disiapkan di Natuna.

Selain itu, operasi water bombing juga direncanakan berlangsung pada hari yang sama. Namun, apabila kondisi teknis dan cuaca tidak memungkinkan, pelaksanaannya akan diundur hingga Rabu (1/4). Metode ini menggunakan helikopter untuk menjatuhkan air dalam jumlah besar langsung ke titik api. Kedua armada udara tersebut saat ini telah bersiaga di Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad (Lanud RSA) Natuna.

Raja Darmika mengungkapkan bahwa prioritas utama pemadaman melalui water bombing difokuskan di wilayah Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi, yang menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Sementara itu, lokasi pelaksanaan modifikasi cuaca masih bersifat dinamis, bergantung pada hasil pemantauan pergerakan awan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Teknologi modifikasi cuaca atau weather modification technology (TMC) merupakan metode rekayasa atmosfer dengan cara menyemai awan menggunakan bahan tertentu agar memicu turunnya hujan di area yang membutuhkan. Upaya ini dinilai efektif untuk membantu memadamkan api secara alami, terutama saat kondisi kekeringan melanda. Di sisi lain, metode water bombing memungkinkan pemadaman dilakukan secara cepat dan langsung pada titik api, termasuk di lokasi yang sulit diakses oleh tim darat.

Langkah ini diambil setelah Pemerintah Kabupaten Natuna mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat, menyusul meningkatnya luas area kebakaran yang dalam beberapa hari terakhir mencapai ratusan hektare. Keterbatasan peralatan dan sumber daya di daerah menjadi salah satu alasan utama dilakukannya intervensi teknologi ini.

Penanganan karhutla di Natuna juga melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur TNI, Polri, serta BMKG, dalam sebuah operasi terpadu yang diharapkan mampu menekan laju penyebaran api sekaligus mencegah munculnya titik-titik kebakaran baru.

“Operasi modifikasi cuaca akan dijalankan oleh tim operasional udara untuk membantu proses pemadaman. Kami berharap upaya ini dapat mempercepat pengendalian karhutla di Natuna,” ujar Raja Darmika.

Dengan kombinasi teknologi dan kerja sama lintas instansi, Pemkab Natuna optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif, sehingga dampak kerusakan lingkungan dan potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

https://www.antaranews.com/berita/5501922/pemkab-natuna-lakukan-modifikasi-cuaca-dan-bom-air-tangani-karhutla

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO