Kementerian ESDM Alokasikan 82 Persen Anggaran 2027 untuk Program Energi yang Menyentuh Masyarakat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan sekitar 82 persen dari total pagu indikatif anggaran Tahun 2027 untuk program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Fokus utama anggaran tersebut mencakup pembangunan jaringan gas kota, listrik desa, bantuan pasang baru listrik, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan total pagu indikatif anggaran Kementerian ESDM yang telah disetujui Komisi XII DPR RI mencapai Rp27,34 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp22,48 triliun akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur energi dan pelaksanaan berbagai program strategis nasional.
“Sebagian besar anggaran kami arahkan untuk program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Hanya sekitar 13 persen yang digunakan untuk kebutuhan operasional,” ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta.
Fokus pada Infrastruktur dan Akses Energi
Pemerintah menempatkan pemerataan akses energi sebagai salah satu prioritas utama dalam penyusunan anggaran 2027. Beberapa program yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar antara lain pembangunan jaringan gas kota (jargas) sebesar Rp5,21 triliun, proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) senilai Rp3,95 triliun, serta program listrik desa sebesar Rp9,75 triliun.
Selain itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi keluarga kurang mampu memperoleh anggaran sebesar Rp520 miliar. Program ini diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi di berbagai wilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Bahlil, proyek pipa gas Dumai–Sei Mangkei memiliki peran strategis dalam menghubungkan wilayah yang memiliki surplus gas dengan daerah yang membutuhkan pasokan energi, khususnya antara Pulau Sumatera dan Jawa.
Perkuat Jaringan Gas Nasional
Di sektor gas bumi, pemerintah juga melanjutkan pembangunan sejumlah proyek transmisi gas nasional yang telah berjalan secara multiyears.
Pembangunan pipa transmisi gas Semarang–Solo memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp702,38 miliar, sementara pipa transmisi gas Cirebon–Bandung mendapat anggaran Rp577,56 miliar.
Kedua proyek tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas jaringan gas nasional, meningkatkan keandalan pasokan energi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
Dorong Energi Baru dan Terbarukan
Selain pembangunan infrastruktur energi konvensional, pemerintah juga terus mendorong percepatan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Untuk mendukung agenda tersebut, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran sebesar Rp635,2 miliar untuk program motor listrik, Rp815,6 miliar untuk program kompor listrik, serta Rp58,58 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).
Program kompor listrik menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap LPG sekaligus memperluas pemanfaatan sumber energi alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dukung Ketahanan Energi Nasional
Selain berbagai program utama tersebut, pemerintah juga mengalokasi
kan anggaran sebesar Rp158,5 miliar untuk program konverter kit bagi petani. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sektor pertanian sekaligus menekan biaya operasional petani.
Melalui postur anggaran Tahun 2027, pemerintah berharap dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat pemerataan pembangunan, serta memastikan akses energi yang lebih inklusif bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Dengan porsi anggaran yang sebagian besar diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik, Kementerian ESDM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata dari sektor energi bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.




