Berita

Menteri LH Dorong Penghentian Investasi Vila di Puncak demi Pemulihan DAS Ciliwung

Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengajak semua pihak untuk menghentikan investasi pembangunan vila di kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, yang menjadi hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Ia menekankan pentingnya mengalihkan fokus investasi ke penanaman pohon demi menjaga keberlanjutan ekosistem.

“Vilanya sudah cukup. Mari kita mulai berinvestasi pada pohon-pohon,” ujar Hanif Faisol seusai memimpin aksi penanaman 2.450 bibit pohon di Area Agrowisata Gunung Mas dan Telaga Saat pada Kamis (16/1/2025).

Tantangan Besar di Hulu DAS Ciliwung

Hanif Faisol mengungkapkan bahwa kawasan Puncak, yang merupakan hulu DAS Ciliwung, menghadapi tekanan berat akibat alih fungsi lahan, pembangunan vila secara masif, dan degradasi lingkungan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 72 persen wilayah DAS Ciliwung telah beralih menjadi lahan terbangun. Hal ini mengakibatkan penurunan daya serap air secara signifikan dan meningkatkan risiko banjir di wilayah hilir, termasuk Jakarta.

Ia menyoroti pentingnya menghijaukan kembali wilayah ini dengan menanam pohon-pohon endemik yang dapat meningkatkan daya serap air. “Kami berharap kawasan ini dapat kembali menjadi hijau dan ramah lingkungan, dengan pembangunan yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah, seperti menggunakan penyangga non-permanen,” tambahnya.

Dukungan Regulasi untuk Revitalisasi

Revitalisasi kawasan Puncak kini menjadi salah satu prioritas nasional yang didukung oleh kerangka hukum kuat, seperti Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Tata Ruang Jabodetabek-Punjur.

Hanif juga mengajak komunitas Ciliwung untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan. “Kami akan mendukung penuh setiap upaya komunitas ini untuk memulihkan fungsi DAS Ciliwung,” ujarnya.

Potensi Ekowisata di Kawasan Puncak

Menteri LH mendorong Perusahaan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN), yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN, untuk mengarahkan area yang mereka kelola di Puncak menjadi kawasan ekowisata. Ekowisata dinilai memiliki dampak positif besar bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

“Ekowisata tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis wilayah tetapi juga dapat membangun instrumen infrastruktur ekologis yang berkelanjutan. Selain itu, ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Hanif.

Komitmen Daerah untuk Melanjutkan Pemulihan

Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, mengapresiasi langkah Kementerian Lingkungan Hidup dalam meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah hulu DAS Ciliwung. Ia berjanji akan melanjutkan program penanaman pohon yang telah dimulai.

“Penanaman pohon ini menjadi langkah strategis untuk menjaga kawasan hulu DAS Ciliwung agar risiko banjir dan kerusakan lingkungan yang berdampak hingga Jakarta dapat dikendalikan,” ujar Bachril.

Sinergi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Kerja sama antara pemerintah, komunitas lokal, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam keberhasilan revitalisasi DAS Ciliwung. Dengan mengurangi pembangunan masif dan beralih pada solusi berbasis alam seperti ekowisata, kawasan Puncak dapat kembali menjadi aset ekologis yang mendukung keseimbangan hidrologi dan ekosistem secara menyeluruh.

Pemulihan kawasan hulu DAS Ciliwung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, kawasan ini dapat menjadi contoh sukses dalam menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/4588974/menteri-lh-ajak-setop-investasi-vila-di-puncak-demi-lingkungan-asri

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO