Berita

Menteri LH: Jakarta Butuh Minimal 5 PLTSa untuk Atasi 8.000 Ton Sampah per Hari

Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan bahwa Jakarta membutuhkan setidaknya lima Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk mengatasi lonjakan sampah yang mencapai 8.000 ton per hari. Pernyataan ini disampaikan saat Menteri Hanif meninjau kegiatan pengelolaan sampah di RW 03 Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

“Kemarin dari hitungan kita, untuk menyelesaikan masalah Bantargebang diperlukan PLTSa dalam jumlah besar. Karena timbulan sampahnya saja sudah 8.000 ton per hari, sementara kapasitas satu PLTSa hanya 1.000 ton. Jadi, paling tidak Jakarta butuh lima PLTSa,” jelas Hanif.

Beban Berat di Bantargebang

Sebagian besar sampah Jakarta saat ini dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Namun, kondisi di sana kini sudah berada di ambang kapasitas maksimum. Dengan terus bertambahnya timbulan sampah harian, TPST Bantargebang tidak lagi mampu menjadi satu-satunya solusi.

Hanif menilai pembangunan PLTSa merupakan solusi strategis yang dapat menjawab dua persoalan sekaligus: pengelolaan sampah dan penyediaan energi listrik dari bahan baku yang terus tersedia. Bahkan, menurutnya, Jakarta memiliki keunggulan karena bahan baku PLTSa – yakni sampah – tersedia dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

PLTSa Dekat Kota, Syaratnya Ketat

Meski demikian, Hanif menekankan pentingnya pemilahan sampah dari sumber agar proses di PLTSa berjalan optimal dan tidak menimbulkan bau. Hal ini menjadi krusial karena PLTSa dirancang untuk dibangun di dekat kota.

“Sampah yang digunakan juga harus sudah terpilah. Itu penting agar PLTSa tidak menimbulkan bau. Selain itu, juga harus ada kapasitas penganggaran yang memadai,” kata Hanif.

Sinkronisasi Kebijakan Nasional

Pemerintah pusat sendiri tengah menyiapkan kebijakan terintegrasi dengan menyatukan tiga Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengelolaan sampah dan operasional PLTSa. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat dan menyederhanakan proses pembangunan PLTSa di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.

Hingga kini, pemerintah menargetkan pembangunan PLTSa di 33 lokasi di seluruh Indonesia, menjadikannya bagian dari strategi besar untuk mengatasi krisis persampahan nasional dan mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi baru.

“Kalau tiga syarat tadi—sampah terpilah, lokasi strategis dekat kota, dan anggaran memadai—dipenuhi, maka Jakarta sangat layak diprioritaskan dalam pembangunan PLTSa,” tegas Hanif.

Dengan kondisi darurat sampah yang makin mengkhawatirkan dan beban TPST yang tak lagi mampu menampung, pembangunan lima PLTSa di Jakarta bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan mandiri energi.

📌 Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/4935861/menteri-lh-jakarta-butuh-sedikitnya-5-pltsa-untuk-kurangi-sampah

Temukan peta dengan kualitas terbaik untuk gambar peta indonesia lengkap dengan provinsi.

Konten Terkait

Back to top button
Data Sydney
Erek erek
Batavia SDK
BUMD ENERGI JAKARTA
JAKPRO